LombokPost — Pelayanan kesehatan di Lombok Barat memasuki babak baru.
RSUD Tripat kini resmi menjadi salah satu rumah sakit pertama di Indonesia yang menerima bantuan alat kesehatan canggih melalui proyek kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan sejumlah lembaga pendanaan multilateral.
"Alat Cath Lab telah terpasang dan hanya menunggu izin operasional sebelum mulai melayani pasien, termasuk tindakan pemasangan ring jantung," jela Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi.
Bantuan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Sistem Kesehatan Indonesia (Indonesia Health System Strengthening Project), program nasional ambisius yang menggandeng World Bank, Islamic Development Bank (IsDB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan Asian Development Bank (ADB).
Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama untuk penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, gangguan ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.
Lebih lanjut dr. Suriyadi mengatakan, rumah sakit telah menyiapkan SDM secara matang untuk mengoperasikan alat-alat canggih tersebut.
Dua dokter spesialis jantung sudah disiapkan, termasuk satu dokter yang baru menyelesaikan pendidikan Kardiologi Intervensi di RS Sanglah.
Nantinya, mereka akan bertugas secara bergilir di poli jantung dan Cath Lab.
Selain itu, RSUD Tripat juga memiliki seorang dokter spesialis Radiologi Intervensi serta dokter saraf yang sedang menempuh pendidikan Neuro Intervensi di RS Pusat Otak Nasional kapasitas penting untuk penanganan stroke akut.
"Perawat dan tenaga radiografer kami juga sudah dikirim untuk pelatihan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan berbagai fasilitas lain. Jadi saat alat ini beroperasi, semua SDM sudah sangat siap," ujarnya.
Cath Lab merek Philips telah terpasang dan tinggal menunggu izin operasional.
"Alat ini memungkinkan tindakan pemasangan ring jantung, penanganan kegawatdaruratan jantung, hingga intervensi stroke," imbuhnya.
Selain cath lab, alat lain juga segera menyusul.
Di antaranya CT Scan 64 slice. Kontrak sudah ditandatangani, diperkirakan tiba November–Desember tahun ini.
Kemudian Mammografi sudah siap dikirim dan didukung sarana penunjang.
Sitotoksik Filling Cabinet juga disiapkan untuk layanan kemoterapi pasien kanker.
Sebagian alat dibiayai melalui DAK, sementara mammografi menggunakan dana mandiri (BLUD).
Dengan hadirnya berbagai alat kesehatan canggih, mutu layanan RSUD Tripat diproyeksikan meningkat signifikan.
Kesiapan infrastruktur dan SDM membuat RSUD Tripat menjadi salah satu rumah sakit daerah paling progresif di Indonesia.
"Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat Lombok Barat yang kehilangan nyawa hanya karena akses kesehatan jauh. Dengan Cath Lab ini, kami bisa mempercepat diagnosis dan tindakan untuk pasien jantung dan stroke,” kata dr. Suriyadi.
Kunjungan World Bank dan IsDB ke Gerung juga menjadi bukti bahwa transformasi kesehatan Indonesia mendapat perhatian dunia.
Daerah kecil sekalipun kini mampu menjadi contoh terbaik bagi rumah sakit lain di Tanah Air.
Dengan semua kesiapan ini, RSUD Tripat Lombok Barat dipastikan menjadi pusat layanan jantung modern yang akan mengubah wajah layanan kesehatan di Pulau Lombok.
Budi Perdana dari Biro Perencanaan Kemenkes menjelaskan, RSUD Tripat dipilih sebagai salah satu penerima awal karena kesiapan fasilitas yang dinilai sangat baik.
"Total nilai alat kesehatan yang dialokasikan untuk Lombok mencapai sekitar Rp 20 miliar," jelasnya.
Proyek ini terdiri dari tiga komponen besar, pertama SIHREN untuk rumah sakit, SHOPE untuk puskesmas, dan INDOBUE untuk laboratorium.
"Tujuan utama kami adalah mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Dengan adanya Cath Lab di RSUD Tripat, pasien jantung dari Lombok Barat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke Mataram," jelas Budi.
Ketua tim World Bank Lander Bosch turut hadir meninjau langsung kesiapan RSUD Tripat.
Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap progres cepat rumah sakit daerah di kota kecil seperti Gerung.
Menurutnya, kesiapan RSUD Tripat bahkan melampaui ekspektasi pihak internasional.
"Kami ingin melihat implementasi langsung di lapangan, dan hasilnya sangat memuaskan," ucapnya.
Indonesia disebutnya memiliki visi kuat untuk menyediakan layanan kesehatan prima, dan RSUD Tripat adalah rumah sakit pertama yang menerima Cath Lab dari program ini.
Bosch menambahkan bahwa keberhasilan ini membuat RSUD Tripat ditetapkan sebagai pilot project.
Sehingga dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Indonesia yang akan menerima peralatan serupa.
Editor : Kimda Farida