Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelaku Wisata Minta Pengelola Taman Narmada Berbenah, Dirut PT Tripat Klarifikasi Soal Tarif Masuk Air Awet Muda Rp 100 Ribu

Hamdani Wathoni • Jumat, 28 November 2025 | 20:39 WIB
DESTINASI CAGAR BUDAYA: Taman Narmada menjadi salah satu destinasi wisata andalan Lombok Barat kini tengah disorot pelaku wisata.
DESTINASI CAGAR BUDAYA: Taman Narmada menjadi salah satu destinasi wisata andalan Lombok Barat kini tengah disorot pelaku wisata.

LombokPost – Destinasi wisata Taman Narmada menjadi sorotan pelaku wisata. Menyusul ada dugaan tarif yang dinilai terlampau tinggi untuk masuk ke Air Awet Muda, salah satu spot yang ada di dalam area kawasan Taman Narmada. Informasi yang beredar, wisatawan yang ingin masuk ke Air Awet Muda dikenakan tarif Rp 100 ribu.

Itu belum termasuk sumbangan sukarela dan yang lainnya. Padahal, di pintu gerbang wisatawan sudah dikenakan tiket untuk masuk ke area Taman Narmada. Banyaknya tarif-tarif yang dianggap tidak jelas ini kemudian banyak dikeluhkan wisatawan.

”Tamu sudah bayar tiket masuk. Terus, sebenarnya kan di Krama Pura itu (masuk ke Air Awet Muda) itu berbasis seikhlasnya. Tiba-tiba sudah masuk dimintai lagi Rp 100 ribu. Ini hanya salah satu kasus, kadang bisa Rp 150 ribu,” ungkap pimpinan Kayangan Tour and Travel Rudy kepada Lombok Post.

Persoalan ini sering terjadi dan dikeluhkan wisatawan tetapi tidak pernah ada tindaklanjutnya. Belum lagi beberapa persoalan lain yang dikatakannya menjadi catatan para pengusaha travel atau biro wisata. Sehingga Rudy yang juga menjabat Ketua Organisasi Sahabat Pariwisata Nusantara (Sapana) tersebut meminta pengelola taman Narmada berbenah.

Dia menyebut saat ini persoalan Taman Narmada cukup kompleks. Semenjak 1 Januari 2019, tiket masuk bagi wisatawan asing atau mancanegara yang semula Rp 10 ribu naik menjadi Rp 50 ribu. Penentuan waktu kenaikan tiket menurutnya kurang pas.

”Harusnya kalau kalender pariwisata itu dimulai 1 April. Karena orang jualan paket wisata itu tahun kalendernya dimulai 1 April sampai 31 Maret,” paparnya.

Akibatnya, banyak pelaku wisata yang sudah menjual paket rugi untuk mensubsidi biaya tiket masuk tamu mancanegara ke Taman Narmada. Kemudian, setelah terjadi kenaikan tiket menjadi Rp 50 ribu, tidak ada layanan tambahan yang diberikan.

”Sempat 1 Mei 2025 diturunkan menjadi Rp 30 ribu. Namun tanggal 1 November naik lagi jadi Rp 50 ribu. Tidak bisa diturun-naikkan tiba-tiba semaunya. Harus koordinasi dengan pelaku wisata yang sudah jualan paket,” pintanya.

Rudy juga memberikan masukan untuk menata guide-nya serta meminta pengelola Taman Narmada memberikan penghargaan pada pihak travel atau sopir yang membawa tamu.

”Kami bawa tamu yang punya uang ke sana. Penghargaan yang kami minta itu hanya sekadar berikan kopi atau berugak tempat duduk menunggu para tamu. Belajar coba ke Bali,” cetusnya.

Yang paling penting ditegaskan Rudy persoalan Taman Narmada bukan masalah kenaikan tiket. Di Bali, tiket masuk ke destinasi wisata diungkapkannya bahkan sampai Rp 125 ribu. ”Tetapi jelas sosialisasinya, waktunya tepat, serta layanan yang diberikan memuaskan,” sarannya.

Terpisah, Dirut PT Tripat Wewe Anggraini dikonfirmasi terkait beberapa keluahan pelaku wisata memberikan penjelaskan jika kenaikan tarif menurutnya memang sudah dibanderol Rp 50 ribu bagi wisatawan asing atau mancanegara. Sedangkan wisatawan domestik Rp 10 ribu tidak ada perubahan.

”Karena kalau bagi tamu asing Rp 30 ribu itu dinilai terlalu murah,” sebutnya. Terkait pungutan Rp 100 ribu di luar tiket masuk, itu ditegaskannya tidak pernah ada tarif yang diterapkan PT Tripat seperti itu. ”Di pengumuman sudah kami jelaskan, jika pengunjung yang menggunakan tour guide, tipsnya diberikan sesuai dengan keinginan tamu. Tidak dipaksakan dan sifatnya sukarela,” jelasnya.

Pengumuman tersebut juga terpampang di pintu masuk. Baik pengunjung domestik maunpun mancanegara sudah disampaikan tidak ada kewajiban memberikan tips. ”Kami juga tidak pernah ada pasang tarif untuk masuk ke Air Awet Muda Narmada. Karena pengelolaannya itu adalah Krama Pura, pemangku. Karena itu kami tentu harus diskusi kalau pasang tarif,” jelasnya.

Pihaknya siap menerima masukan sebagai upaya menjaga nama baik Taman Narmada. Maka PT Tripat perlu ada koordinasi antara Krama Pura dan PT Tripat selaku pengelola Taman Narmada. Selain ada anggapan ‘tarif’ masuk yang dikenakan ke Air Awet Muda juga membahas beberapa pengelolaan lain seperti hasil panen buah manggis yang ada di area taman. Sehingga memang harus duduk bersama.

”Jadi perlu kami pertegas agar tidak membias dari PT Tripat selaku pengelola Taman Narmada tidak ada mengambil atau memasang tarif Rp 100 ribu untuk masuk ke Air Awet Muda,” tegasnya. P Tripat hanya memberlakukan tarif tiket masuk ke Taman Narmada dan masuk ke kolam renang. Untuk warga lokal harga tiketnya Rp 10 ribu dan mancanegara Rp 50 ribu.

”Saat kami menetapkan tarif Rp 50 ribu untuk tamu mancanegara pun mereka tidak ada yang komplain. Bahkan kami kerja sama dengan salah satu tour and travel mereka juga tidak ada masalah saat membawa tamu ratusan orang,” urainya.

Sementara untuk masuk ke area kolam renang, tarif yang dikenakan bagi orang dewasa Rp 7 ribu. Namun untuk paket combo masuk ke area taman dan kolam renang bisa jadi satu paket Rp 15 ribu.

Editor : Prihadi Zoldic
#awet muda #Lombok Barat #Narmada #PT Tripat #Pariwisata