Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setelah Bangun Gerung, Bupati LAZ Pastikan Bergerak ke Wilayah Lain

Hamdani Wathoni • Jumat, 28 November 2025 | 20:41 WIB
JAGA SILATURHAMI: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat menjalin silaturahmi dengan para relawan LazAdha, kemarin (28/11).
JAGA SILATURHAMI: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat menjalin silaturahmi dengan para relawan LazAdha, kemarin (28/11).

LombokPost – Tanggal 28 November kemarin menjadi hari bersejarah bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini – Nurul Adha (LazAdha).

Di tanggal tersebut, pasangan ini memastikan menjadi pemenang dalam Pilkada tahun 2024 lalu. Mereka kemudian baru dilantik di Bulan Februari 2025. Sejak mengambil alih kepemimpinan, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menunjukkan komitmen kuat untuk memacu perubahan signifikan di wilayahnya.

”Fokus utama kami di tahun pertama ini memang penataan menyeluruh terhadap Kota Gerung sebagai jantung dan simbol sekaligus ibu kota Kabupaten Lombok Barat,” ucap bupati yang karib disapa LAZ tersebut, Jumat (28/11).

Gerung menjadi prioriotas pertama untuk menghilangkan stigma ‘Kota Mati’. Sehingga keputusan Bupati LAZ untuk memprioritaskan Gerung sebagai pusat pembangunan di awal masa jabatan ini bukan tanpa alasan. Ia memandang, ibu kota kabupaten harus mampu mencerminkan kemajuan daerah secara keseluruhan.

”Kenapa harus pilihannya Gerung itu, karena Gerung itu adalah simbol Kabupaten Lombok Barat. Jadi harus berubah,” tegas Bupati LAZ.

Dia menyayangkan persepsi yang selama ini melekat pada Gerung, di mana daerah itu sering diibaratkan layaknya kota mati bahkan belum layak disebut kota. Tidak sedikit wisatawan atau pendatang yang mempertanyakan letak persisnya ibu kota Lombok Barat tersebut.

Sehingga, Pemkab Lombok Barat tengah mengoptimalkan anggaran untuk menata Gerung, dengan dua ikon utama, yakni Alun-Alun dan Giri Menang Square (GMS), yang sedang dalam proses pengerjaan intensif.

Bupati menegaskan bahwa seluruh pekerjaan kini on the track dan progresnya berjalan positif, meskipun waktu yang tersedia terbatas. Selain menghidupkan Gerung dengan pembangunan proyek fisik, konsistensi menggelar event seperti Car Free Night dan Car Free Day juga sangat berdampak.

”Seluruh event-event di Lombok Barat itu, sebenarnya ada dua indikator yang saya inginkan. Pertama adalah perputaran ekonomi lokal, dan yang kedua jika memungkinkan, mendapat pendapatan asli daerah, menjadi sumber PAD,” jelasnya.

Fokus besar pada Gerung sempat menimbulkan pertanyaan mengenai potensi kecemburuan dari kecamatan lain. Menanggapi hal ini, Bupati LAZ menjelaskan, pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan akan dilakukan secara bergiliran di seluruh wilayah Lombok Barat.

”Kan nanti giliran. Setelah Gerung, kita bergerak nanti ke wilayah yang lain. Kan kami menjabat lima tahun, saya baru delapan bulan. Jangan tuntut dong semua seperti sudah selesai lima tahun,” ujarnya tertawa. Selain fokus penataan kawasan perkotaan, pariwisata dan infrastruktur dasar. LAZ juga menekankan program pengentasan kemiskinan hingga pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) terus berlajan.

Pemerintah dikatakannya tidak bisa hanya fokus pada pembangunan kemudian mengesampingkan aspek yang lain. Semua persoalan harus menjadi perhatian dengan skala prioritas. Secara keseluruhan, Bupati LAZ optimistis seluruh potensi daerah dapat dioptimalkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan semua elemen masyarakat, demi mencapai target perubahan dan kemajuan yang dijanjikan. 

Editor : Prihadi Zoldic
#bupati #Lombok Barat #Lazadha #Gerung