LombokPost – PT Air Minum Giri Menang memanfaatkan potensi air baku dari Bendungan Meninting. Perusahaan ini akan menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang kini memasuki tahap finalisasi perencanaan. Proyek yang dirancang untuk memastikan ketersediaan air bersih di Lombok ini akan melayani lebih dari 15.000 pelanggan baru.
”Kami telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan 150 liter per detik, yang diperkirakan mampu melayani 15.000 pelanggan baru,” ungkap Direktur Utama PT AMGM Sudirman.
PT AMGM juga dikatakannya telah mengajukan proposal teknis terkait pemanfaatan air baku dari Bendungan Meninting kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Langkah strategis ini sekaligus membantah anggapan bahwa Bendungan Meninting tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat dan perekonomian NTB.
Menurut Sudirman, dengan volume 150 liter per detik, proyek SPAM Meninting akan memberi dampak positif bagi ribuan keluarga dan pelaku usaha di daerah Mataram bagian utara dan Lombok Barat bagian utara.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata unggulan di NTB, khususnya kawasan Senggigi yang memiliki permintaan air tinggi.
Air baku dari Bendungan Meninting tidak langsung dialirkan ke pelanggan. Air terlebih dahulu akan dialirkan ke reservoir utama di Dusun Duduk, untuk kemudian diproses dan didistribusikan ke berbagai wilayah melalui sistem gravitasi.
”Dengan menggunakan sistem gravitasi, kami berharap distribusi air akan lebih efisien, hemat energi, dan biaya operasionalnya lebih rendah,” kata Sudirman.
Proyek ini juga akan mendukung penyediaan air bersih kawasan Batu Layar, terutama Senggigi, yang merupakan destinasi pariwisata premium di Lombok. Proses distribusi melalui gravitasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut tanpa memerlukan banyak energi tambahan.
”Dari Duduk, air akan dialirkan melalui sistem gravitasi ke Batu Layar, termasuk Senggigi yang merupakan pusat pariwisata NTB. Ini sangat krusial untuk menjaga daya saing pariwisata kita di mata dunia,” tambah Sudirman.
Meskipun proyek SPAM Meninting telah melewati berbagai tahap perencanaan yang panjang, koordinasi intensif antara PT AMGM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Balai Besar Pelaksana Pemilihan Kapasitas (BBPPK) terus berjalan.
Sudirman optimis bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu dan beroperasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2027. ”Kami berharap proyek ini bisa berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Lobar. Sehingga kami bisa memberikan layanan pada 15.000 pelanggan baru di tahun 2027,” harap Sudirman.
PPK Proyek Bendungan Meninting Lalu Muhammad Asgar juga sebelumnya membenarkan jika bendungan ini dihajatkan untuk ketahanan air.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan jika kehadiran bendungan harus mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan.
”Bendungan Meninting juga disiapkan untuk memasok kebutuhan air baku bagi PDAM di wilayah Lombok Barat dan sekitarnya. Kapasitas air baku yang akan disalurkan mencapai 150 liter per detik,” paparnya.
Saat ini, proyek Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih sedang dalam tahap persiapan.
Editor : Siti Aeny Maryam