LombokPost – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat (Lobar) tak hanya menggenjot kesiapan fisik dan teknis atlet demi mengejar target ambisius 89 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Di balik program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang telah berjalan sejak November lalu, KONI Lobar juga menaruh perhatian serius pada aspek kesejahteraan dan perlindungan atlet serta pelatih.
Ketua KONI Lobar Abubakar Abdullah menegaskan, Pelatda dirancang dalam sebuah masterplan berkelanjutan yang tidak dibatasi oleh tahun anggaran. Menurutnya, target menjadikan Lobar sebagai juara Porprov harus dibarengi dengan rasa aman bagi atlet dan pelatih yang terlibat langsung dalam proses panjang tersebut.
"Masterplan Pelatda ini tidak dibatasi oleh tahun anggaran. Kontinuitasnya jelas, dan goals utamanya adalah bagaimana Lobar bisa menjadi juara. Untuk itu, atlet dan pelatih harus merasa aman dan terlindungi," kata Abubakar, Senin (15/12).
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, KONI Lobar memastikan seluruh atlet dan pelatih yang lolos seleksi Pelatda akan didaftarkan dalam program asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Asuransi ini diharapkan mampu memberikan perlindungan dari risiko cedera maupun kecelakaan yang tidak terhindarkan selama latihan dan pertandingan.
“Semua yang nanti terseleksi dalam Pelatda-Pelatda berikutnya akan kita berikan asuransi, salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Abubakar menilai jaminan ini sangat penting, mengingat atlet merupakan pekerja profesional di bidang olahraga dengan tingkat risiko yang tinggi. Dengan adanya asuransi, dampak finansial dan medis akibat cedera dapat diminimalkan sejak dini.
Saat ini, sekitar 430 atlet telah terdata dan masuk dalam Sistem Informasi dan Komunikasi Atlet (SIKAT). Dari jumlah tersebut, KONI Lobar akan melakukan seleksi bertahap dan terukur untuk mendapatkan atlet yang benar-benar siap bersaing di level Porprov.
"Dari data SIKAT ini, kita bisa melihat secara objektif kondisi atlet hari ini, lalu menyusun tahapan lanjutan Pelatda secara lebih terukur," jelasnya.
Evaluasi kinerja atlet dan pelatih akan dilakukan secara berkala, terutama menjelang tahun 2026. KONI juga mendorong seluruh cabang olahraga memanfaatkan momentum Pelatda ini secara maksimal.
Abubakar menegaskan, target 89 medali emas bukan hanya tanggung jawab KONI semata, melainkan kerja kolektif seluruh elemen daerah. Karena itu, KONI Lobar membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat pencinta olahraga, melalui dukungan finansial dan nonfinansial seperti program “Bapak Angkat”.
“Kita butuh kebersamaan semua stakeholder untuk membawa nama Lombok Barat menjadi juara,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam