LombokPost - Pemerintah Desa (Pemdes) Kebon Ayu resmi meluncurkan peta potensi dan wisata desa hasil kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) periode 2025–2026.
Peta tersebut diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengembangan desa wisata sekaligus dasar perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
"Dengan adanya peta potensi desa ini, paling tidak orang bisa melihat gambaran desa kita tanpa perlu keliling. Ini bisa menjadi petunjuk arah," jelas Penjabat Kepala Desa Kebon Ayu Hulaifi.
Dia engatakan keberadaan peta potensi desa memberikan kemudahan, baik bagi masyarakat, wisatawan, maupun pemerintah desa. Dengan peta tersebut, gambaran umum Desa Kebon Ayu dapat dilihat tanpa harus berkeliling secara langsung.
Terlebih lagi bagi pemerintah desa, peta ini sangat membantu untuk mengetahui potensi desa sebagai dasar perencanaan pembangunan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Hulaifi, selama ini potensi Desa Kebon Ayu belum seluruhnya tergambar secara utuh. Padahal, desa tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam, pertanian, dan wisata yang dapat dikembangkan lebih luas.
Dengan adanya peta ini, pemerintah desa memiliki data visual yang lebih komprehensif untuk menyusun program pembangunan berkelanjutan. Ketua KKN Desa Kebon Ayu Unram periode 2025–2026 Alif Mayasaputra menjelaskan, pemilihan program pemetaan desa berangkat dari karakter Kebon Ayu sebagai desa wisata.
Ia menilai desa wisata membutuhkan pemetaan yang jelas agar potensi yang dimiliki dapat dikenali dan diakses dengan mudah. "Dari background desanya, Kebon Ayu merupakan desa wisata. Kalau desa wisata, perlu pemetaan yang lebih luas terkait potensi wisatanya," jelas Alif.
Saat melakukan mapping awal sebelum KKN, para mahasiswa Unram melihat potensi Desa Kebon Ayu masih sangat besar. "Tidak hanya yang selama ini dikenal seperti melon," jelas Alif.
Ia menambahkan, peta yang dibuat tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga akan dikembangkan dalam bentuk digital. Dengan demikian, wisatawan yang ingin berkunjung dapat mengakses informasi potensi desa secara langsung di lapangan maupun secara daring.
"Peta ini kami buat agar masyarakat dan wisatawan bisa melihat secara langsung lokasi potensi desa yang bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata. Secara digital juga nanti bisa dimanfaatkan sebagai petunjuk berwisata ke Desa Kebon Ayu," katanya.
Menariknya, pembuatan peta tersebut sepenuhnya didanai secara swadaya oleh mahasiswa KKN. Alif menegaskan, kontribusi ini merupakan bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap pengembangan potensi desa.
"Anggarannya dari kami mahasiswa, swadaya. Ini bentuk dukungan kami untuk Desa Kebon Ayu," pungkasnya. Dengan hadirnya peta potensi desa, Pemdes Kebon Ayu optimistis pengembangan desa wisata akan semakin terarah, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin