Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unram Genjot Publikasi Scopus Q2, Mahasiswa Bisa Bebas UKT 2 Semester

J
Penulis: Jay❯
SOSIALISASI: Rektor Unram Prof Sukardi (tengah/depan) pada sosialisasi adendum kontrak penelitian PNBP 2026 yang digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, belum lama ini.
SOSIALISASI: Rektor Unram Prof Sukardi (tengah/depan) pada sosialisasi adendum kontrak penelitian PNBP 2026 yang digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, belum lama ini.

Advertisement

 

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) mulai menggenjot publikasi Scopus Q2 sebagai strategi mempercepat capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan World Class University (WCU). Langkah itu ditegaskan dalam sosialisasi adendum kontrak penelitian PNBP 2026 di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram.

Fokus publikasi Scopus Q2 menjadi arah baru kebijakan riset Unram. Tidak hanya mengejar jumlah penelitian, tetapi juga memperkuat reputasi akademik global melalui publikasi internasional bereputasi yang berdampak pada sitasi, IKU, dan WCU.

Advertisement

Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan seluruh kebijakan dalam adendum penelitian PNBP 2026 disusun untuk mendukung percepatan IKU dan WCU Unram.

“Riset tidak boleh berhenti pada laporan administratif. Harus menghasilkan publikasi bereputasi dan berdampak. Target minimal jurnal Scopus Q2 menjadi penguatan IKU berdampak, WCU, reputasi kampus, sekaligus remunerasi berbasis kinerja,” ujarnya.

Advertisement

Menurut dia, terdapat lima arah strategis yang kini menjadi fokus Unram. Yakni transformasi riset berbasis luaran, keterhubungan pendanaan dan remunerasi, penguatan ekosistem pendukung publikasi, peningkatan mutu serta integritas artikel ilmiah, hingga percepatan capaian IKU dan WCU melalui publikasi internasional bereputasi.

Tidak hanya dosen, mahasiswa juga mulai didorong aktif menembus jurnal internasional. Unram bahkan menyiapkan reward berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama dua semester bagi mahasiswa yang berhasil publikasi di jurnal internasional bereputasi.

“Kampus ingin mahasiswa berani publikasi internasional. Ini bentuk dukungan nyata agar budaya akademik dan riset semakin kuat,” tegas Prof Sukardi.

Kebijakan publikasi Scopus Q2 ini lahir karena produktivitas penelitian dinilai belum sepenuhnya selaras dengan target reputasi global kampus. Unram menilai sitasi internasional, capaian IKU berdampak, dan target WCU membutuhkan luaran penelitian yang lebih kuat dan terukur.

Karena itu, standar minimum publikasi kini diarahkan pada jurnal Scopus Q2 dengan sistem pendampingan lebih ketat. Mulai dari review internal, tracking progres penelitian, validasi artikel, hingga pendampingan publikasi oleh Rumah Publikasi Unram.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Unram Tembus Top 100 WURI 2026, Kampus NTB Diakui Dunia dalam Inovasi dan AI

Unram Tembus Top 100 WURI 2026, Kampus NTB Diakui Dunia dalam Inovasi dan AI

Unram tembus Top 100 WURI 2026 dan raih peringkat 7 dunia kategori SDG serta 13 dunia transformasi digital dan AI kampus.

Publikasi Scopus Unram Tembus Jurnal Top Dunia, Perkuat Langkah Menuju World Class University

Publikasi Scopus Unram Tembus Jurnal Top Dunia, Perkuat Langkah Menuju World Class University

Publikasi Scopus Unram tembus jurnal Q1 dunia dan dukung SDGs. Langkah Universitas Mataram menuju World Class University makin kuat.

Unram Luncurkan Hibah Top Tier 2026, Perkuat Riset Global Menuju World Class University

Unram Luncurkan Hibah Top Tier 2026, Perkuat Riset Global Menuju World Class University

Unram mempercepat publikasi jurnal internasional lewat Hibah Top Tier 2026 guna mendukung target World Class University.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer