Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PUPRPKP Lobar Gerak Cepat Angkat Sedimentasi Saluran Tangani Dampak Banjir Seekotong

Hamdani Wathoni • Senin, 19 Januari 2026 | 20:51 WIB
GERAK CEPAT: Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi memantau alat berat yang diturunkan mengangkat sedimentasi saluran penyebab banjir Sekotong.
GERAK CEPAT: Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi memantau alat berat yang diturunkan mengangkat sedimentasi saluran penyebab banjir Sekotong.

LombokPost - Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda wilayah Sekotong.

Sejak Jumat (16/) pekan lalu, kegiatan utama difokuskan pada pengerukan sedimentasi sungai dan normalisasi saluran drainase bekerja sama dengan PU Provinsi NTB dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Arahan Pak Bupati, kami diminta segera melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur akibat banjir untuk kami sampaikan ke provinsi dan BBWS. Seperti ruas jalan provinsi Buwun Mas dan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan BBWS," jelas Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi kepada Lombok Post.

Ia menegaskan, dari Dinas PUPRPKP sendiri telah menetapkan sejumlah langkah cepat. Pertama, pengerahan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi berat bersama BBWS dan PU Provinsi.

Kedua, alat berat milik PUPPRPKP Lobar difokuskan untuk pembersihan dan normalisasi saluran drainase yang mengalami sedimentasi akut agar air tidak meluap ke rumah warga.

Langkah ketiga adalah pembongkaran berbagai sumbatan pada saluran drainase yang selama ini menghambat aliran air menuju sungai. Sumbatan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama air meluap ke kawasan permukiman saat hujan deras.

Selain itu, Ratnawai mengaku Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini juga memerintahkan PUPRPKP untuk segera bersurat kepada Gubernur NTB. Agar ruas jalan Buwun Mas yang berstatus jalan provinsi segera mendapat penanganan. "Ruas jalan itu sudah lama kami usulkan sebagai prioritas karena kondisinya cukup memprihatinkan," ungkapnya.

Terkait dampak langsung ke masyarakat, Ratnawi menyebutkan hingga saat ini baru dua unit rumah yang terverifikasi mengalami kerusakan berat akibat banjir. Sementara untuk total kerugian, pihaknya bersama BPBD Lombok Barat masih melakukan inventarisasi secara menyeluruh, termasuk terhadap infrastruktur lain seperti sekolah dan fasilitas umum.

"Kegiatan pengerukan sedimentasi ini sudah berlangsung selama dua hari. Kami berbagi titik area pengerukan dengan PU Provinsi dan BBWS agar penanganan bisa lebih cepat," jelasnya.

Pada hari kedua, alat berat milik PU Provinsi mulai bergerak ke lokasi Dusun Sauh, sementara alat berat BBWS difokuskan di daerah aliran sungai. Adapun PU Lobar menangani normalisasi saluran drainase, pembongkaran sumbatan, serta pembuatan sodetan di belakang Puskesmas Pembantu Buwun Mas. 

Sodetan tersebut bertujuan mempermudah pembagian aliran air dari hulu agar tidak kembali meluap ke permukiman warga.

Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini sebelumnya menyampaikan, langkah penanganan jangka pendek yang harus segera dilakukan adalah pembersihan saluran air dan daerah aliran sungai. Bupati juga mengatakan diperlukan partisipasi bersama untuk menjaga ekosistem. 

"Aktivitas yang merusak lingkungan seperti penebangan pohon harus dihentikan. Jika kita tidak bersahabat dengan alam, maka alam akan menghukum kita, seperti yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa bencana banjir di wilayah Sekotong menyebabkan satu orang korban jiwa. Kemudian kerusakan rumah dan dampak lainnya juga terjadi akibat banjir.

Sehingga bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi melalui gotong royong dan saling bahu-membahu dalam pemulihan pascabencana. "Salah satu penyebab terjadinya bencana adalah tidak berjalannya keseimbangan ekosistem. Sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan," tandasnya. 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Barat #Banjir #NTB #Sekotong