LombokPost – Pemerintah Desa (Pemdes) Senggigi terus berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Terlebih desa ini merupakan kawasan wisata yang merupakan andalan Kabupaten Lombok Barat dan juga Provinsi NTB.
Pemerintah Desa Senggigi kini tengah serius mensosialisasikan program pemilahan sampah langsung dari tingkat rumah tangga.
Hal ini dilakukan menyusul adanya surat edaran dari Bupati Lombok Barat terkait pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
"Pola pengelolaan sampah ini sudah mulai menunjukkan hasil di beberapa wilayah. Dusun Kerandangan dan Dusun Loco menjadi pionir yang telah menjalankan sistem pemilahan ini dengan baik," jelas Kepala Desa Senggigi Mastur.
Meski demikian, Mastur mengakui bahwa memperluas program ini ke dusun lain bukanlah perkara mudah.
Mengubah kebiasaan masyarakat memerlukan waktu dan pendekatan yang konsisten.
"Segala sesuatu yang kita mulai itu memang agak berat. Tapi dengan penuh kesabaran dan edukasi kita kepada masyarakat, insyaallah sesulit apa pun itu bisa kita selesaikan dengan baik," tegasnya optimis.
Sistem yang diterapkan saat ini mengharuskan warga memilah sampah di rumah masing-masing sebelum diangkut.
Mastur menjelaskan bahwa warga di Dusun Loco dan Kerandangan tidak lagi membiarkan sampah menumpuk di sembarang tempat.
Mereka mengumpulkan sampah di rumah, lalu dikeluarkan ke pinggir jalan sesuai jadwal pengangkutan yang telah ditentukan, yakni dua kali dalam seminggu.
"Sampah-sampah keluarga itu dikumpulkan di rumah tangga sendiri. Ketika ada jadwal dua kali dalam seminggu, barulah sampah itu dikeluarkan di sepanjang jalan untuk diangkut. Jadi tidak ada pembiaran sampah berserakan," tambahnya. Selain mewajibkan pemilahan sampah dari rumah, Pemdes Senggigi juga membuat edaran ke hotel-hotel. Agar sampah plastik dan organik bisa dipisahkan.
"Kalau masyarakat ataupun hotel tidak memilahnya kita tidak angkut sampahnya," tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendukung operasional Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang mulai memanfaatkan Masaro. Mastur berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga perilaku memilah sampah menjadi gaya hidup di seluruh Desa Senggigi.
Editor : Kimda Farida