LombokPost - Libur Lebaran selalu punya cara menghadirkan cerita. Di pesisir barat Lombok, tepatnya di kawasan Sekotong, Gili Nanggu kembali menjadi primadona.
Pulau kecil dengan hamparan pasir putih di Desa Sekotong Barat mendadak ramai, dipadati wisatawan yang ingin menikmati laut jernih dan ‘kerajaan Nemo’ yang memikat.
Sejak pagi, deretan perahu motor hilir mudik mengantar pengunjung dari pelabuhan penyeberangan Tawun menuju Gili Nanggu.
Suara mesin berpadu dengan tawa riang keluarga yang tak sabar menjejakkan kaki di pulau kecil nan eksotis itu.
Air laut yang bening memperlihatkan kehidupan bawah laut bahkan dari tepian.
Ben Elang Samudera, salah satu pemilik perahu, mengungkapkan lonjakan kunjungan yang signifikan selepas Idul Fitri.
Dalam sehari, sedikitnya 30 hingga 35 perahu beroperasi mengangkut wisatawan. Jika ditotal, jumlah pengunjung bisa mencapai 300 hingga 500 orang per hari.
”Yang paling banyak dikunjungi tetap Gili Nanggu dan Gili Kedis. Kelebihannya, ikan di sini banyak. Bahkan dari pinggir, orang yang tidak bisa snorkeling di kedalaman sudah bisa langsung lihat ikan,” ujarnya kepada Lombok Post.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Berbeda dengan destinasi lain yang mengharuskan kemampuan berenang atau snorkeling lebih dalam, Gili Nanggu menawarkan pengalaman yang ramah bagi semua kalangan.
Airnya relatif tenang, tanpa ombak besar, serta kedalaman yang bersahabat. Tak heran, destinasi ini menjadi pilihan utama wisata keluarga. Anak-anak bisa bermain air sambil menikmati keindahan ikan warna-warni yang berenang bebas di sekitar mereka.
Sensasi melihat Nemo dari jarak dekat tanpa harus menyelam dalam menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk mencapai pulau ini, wisatawan cukup merogoh kocek Rp 450 ribu per perahu dengan kapasitas maksimal delapan orang.
Sistem ini membuat biaya terasa lebih ringan karena bisa dibagi dalam satu rombongan.
Menariknya, perahu akan menunggu hingga pengunjung selesai berwisata sebelum kembali ke daratan. ”Perahu akan menunggu nanti sampai mereka kembali,” tambah Ben. Berkah Lebaran pun dirasakan para boatman.
Lonjakan jumlah wisatawan otomatis meningkatkan pendapatan mereka setelah sebelumnya sempat sepi.
Aktivitas di pelabuhan kembali hidup, menghadirkan denyut ekonomi yang terasa hingga ke masyarakat sekitar.
Masni, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya, mengaku sengaja memilih Gili Nanggu sebagai destinasi liburan. Ia menilai tempat ini ideal untuk berwisata bersama anak-anak.
”Kita bisa langsung lihat dan bermain dengan ikan warna-warni di pantainya. Jadi cocok ajak anak-anak dan keluarga,” tuturnya.
Di tengah hiruk pikuk destinasi wisata lain, Gili Nanggu tetap menawarkan ketenangan. Perpaduan pasir putih, laut jernih, dan kehidupan bawah laut yang mudah dijangkau menjadikannya kepingan surga yang sulit ditolak.
Editor : Kimda Farida