LombokPost - Masyarakat Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, nampaknya harus kembali mengelus dada. Harapan akan perbaikan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga hingga kini masih menggantung tanpa kepastian.
Padahal, janji manis perbaikan infrastruktur tersebut sempat terlontar langsung dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan ke korban bencana banjir beberapa waktu lalu.
”Kami masih menunggu kepastian dari provinsi. Gubernur sudah berjanji untuk merealisasikannya tahun ini juga. Tapi sampai detik ini, jujur saja, belum ada informasi resmi yang kami dapatkan,” jelas Kades Buwun Mas Rochidi.
Dia mengungkapkan, hingga memasuki pertengahan tahun ini, belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik maupun informasi resmi dari pemprov terkait realisasi janji tersebut.
Baca Juga: ASN Lombok Barat Resmi WFH Tiap Jumat, Simak Aturan Lengkapnya
Padahal, saat turun ke lapangan, gubernur secara gamblang menjanjikan perbaikan akan dilakukan pada tahun anggaran ini. Di satu sisi, ini adalah jalan yang menghubungkan wilayah selatan Lombok Barat dengan Lombok Tengah.
Rochidi menjelaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Upaya jemput bola dengan melakukan koordinasi dan mencari informasi ke tingkat provinsi telah dilakukan. Kades sempat mendengar informasi bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut sudah digeser atau dialokasikan. Namun ia mengaku belum berani berspekulasi sebelum melihat bukti fisik dokumen maupun pengerjaan di lapangan.
”Sudah kami coba cari-cari bocoran informasi, memang katanya sudah ada anggarannya dan digeser untuk perbaikan itu. Tapi karena saya belum melihat langsung, saya belum berani memastikan,” imbuhnya.
Kondisi jalan di Buwun Mas saat ini memang masuk kategori darurat. Lubang menganga dan kondisi aspal yang hancur sangat memprihatinkan, terlebih saat cuaca tidak menentu. Hal ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara yang melintas.
Baca Juga: PLN IP UBP Jeranjang Konsisten Jaga Lingkungan, Raih PROPER Hijau Lagi
Rochidi berharap pemprov tidak lagi menunda komitmen yang telah dibuat. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan ini sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
”Kami sangat berharap tidak ada lagi penundaan. Ini sudah sangat emergency dan kondisinya betul-betul memprihatinkan. Masyarakat kami sudah terlalu lama menunggu realisasi janji ini,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho