Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Gapuk Tak Sabar Menanti Kampus UIN Mataram

Hamdani Wathoni • Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB
SEGERA DIBANGUN KAMPUS: Inilah lahan UIN Mataram seluas tiga hektare di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. (TONI/LOMBOK POST)
SEGERA DIBANGUN KAMPUS: Inilah lahan UIN Mataram seluas tiga hektare di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost - Rencana pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram di Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, disambut antusias.

Kehadiran kampus ini diyakini menjadi motor penggerak ekonomi baru. Wajah desa diprediksi bergeser dari agraris menuju sektor jasa.

”Ini harapan besar masyarakat. Kehadiran UIN akan mengangkat derajat ekonomi dan SDM warga,” ujar Kepala Desa Gapuk Nurdin, Senin (13/4).

 Baca Juga: Sinergi Membangun Pendidikan, Bank NTB Syariah dan UIN Mataram Resmikan Kerja Sama Strategis

Pihak desa mendambakan percepatan pembangunan fisik. Efek domino perguruan tinggi dinilai sangat luas.

Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan kualitas pendidikan warga lokal. Status Gerung sebagai ibu kota kabupaten pun dinilai semakin lengkap.

Namun, Nurdin menitipkan pesan krusial soal regulasi tata ruang. Sebagian wilayah Desa Gapuk masuk kawasan pertanian produktif (KP2B/LP2B).

Baca Juga: Dosen UIN Mataram yang Lecehkan Sejumlah Mahasiswi Dituntut 10 Tahun Penjara

Ia berharap ada kebijakan yang memberi ruang bagi warga lingkar kampus untuk membuka usaha.

“Warga ingin membangun rumah kos, toko, atau jasa lainnya. Jangan sampai lahan pertanian hilang untuk kampus, tapi warga dilarang buka usaha di sisa lahan sendiri,” pintanya.

Nurdin tidak ingin warganya hanya menjadi penonton.

Baca Juga: LPTK UIN Mataram Serahkan Sertifikat Pendidik untuk 66 Guru PAI dan RA Kota Mataram

Ia berharap keberadaan UIN Mataram mampu menekan angka pekerja migran. Warga diharapkan bisa mandiri dan mencari nafkah di kampung sendiri.

Hingga kini, dukungan masyarakat terkait pembebasan lahan dan dokumen Amdal dilaporkan sangat kondusif.

Warga berharap pengerjaan fisik segera dimulai demi memacu ekonomi di wilayah Gerung Selatan. (ton/r8)

Editor : Redaksi
#Pertanian produktif #Mataram #UIN #kampung