LombokPost - Keberhasilan Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Nurul Adha menata Gerung mendapat apresiasi. Namun, warga berharap penataan merata ke wilayah perbatasan. Salah satunya di pintu masuk Lobar dengan Lombok Utara.
Kondisi gapura perbatasan di Desa Pusuk Lestari saat ini sangat kumuh dan usang. Kepala Desa Pusuk Lestari Junaidi, berharap ada perbaikan segera. Menurutnya, gapura tersebut adalah wajah pintu masuk kabupaten. ”Lokasinya sangat strategis sebagai titik transit wisatawan. Banyak yang berfoto di sana karena dekat wisata Monkey Forest,” ujar Junaidi.
Sayangnya, sejak gempa 2018, konstruksi gapura tersebut hampir roboh. Beberapa plat besi bahkan sudah lepas. Kondisi ini dinilai membahayakan para pengendara yang melintas.
Baca Juga: Pelepasan Haru 393 Jemaah Haji Lombok Barat, Bupati: Jaga Kekompakan dan Kesehatan!
Pihak desa mengaku sudah bersurat sejak 2018. Namun, hingga tahun 2026, belum ada tindakan perbaikan. Junaidi menyesalkan lambatnya penanganan fasilitas publik tersebut. ”Ini menyangkut keselamatan orang banyak. Kami khawatir ada korban jiwa jika terus dibiarkan,” sesalnya.
Selain gapura, Junaidi menagih janji pembangunan jalan penghubung. Yakni jalur yang menghubungkan Desa Pusuk Lestari menuju kawasan wisata Senggigi. Wacana ini sudah lama terdengar namun belum terealisasi.
Akses jalan dari Pusuk Lestari ke pusat pemerintahan memang cukup sulit. Desa ini berada di kawasan hutan. Kehadiran jalan baru di era kepemimpinan Zaini-Adha sangat dinantikan warga. ”Jalan Pusuk-Senggigi akan menghidupkan sektor pertanian dan pariwisata. Ekonomi warga pasti tumbuh pesat,” tambah Junaidi.
Warga berharap Pemkab Lobar segera merespons kebutuhan ini. Penataan perbatasan dan pembukaan akses jalan baru dianggap sebagai solusi strategis untuk kemajuan ekonomi daerah.
Editor : Pujo Nugroho