LombokPost-Even Sport Tourism Rinjani 100 yang dilaksanakan di Sembalun dan Sambelia Lombok Timur memberi dampak signifikan terhadap pariwisata. Bahkan, sejumlah hotel yang ada di Senggigi merasakan dampaknya.
Salah satunya dialami Qunci Villas Senggigi Resort. GM Qunci Villas Vittorio Negri, menyebut okupansi bulan April ditutup di angka 70 persen.
Namun, memasuki awal Mei, jumlah tamu melonjak drastis di luar perkiraan.
”Di luar perkiraan, kami merasakan dampak dari penyelenggaraan event Rinjani 100. Ada sekitar 35 tamu yang menginap di sini,” ungkap pria asal Italia ini.
Bahkan, informasi yang didapatkannya tak hanya di Qunci Villas, beberapa hotel lain di Senggigi seperti Sudamala hingga Sheraton juga kecipratan event sport tourism yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut.
”Kami sangat senang dan berterima kasih dengan adanya event olahraga yang diselenggarkan pemerintah. Ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan bagi hotel-hotel yang ada di Senggigi,” paparnya.
Baca Juga: Qunci Villas Hadirkan Qoral Beach Bar di Bibir Pantai Senggigi Manjakan Wisatawan Lokal dan Asing
Ketua BPPD NTB Sahlan mengaku bersyukur event sport tourism ampuh mendongkrak pariwisata.
Menurutnya. ada dua aspek yang membuat kunjungan meningkat.
”Pertama memang adanya Rinjani 100 ini bisa membuat banyak tamu menginap di beberapa tempat tidak hanya di Senggigi. Kedua, adanya long weekend ini juga berpengaruh,” paparnya.
Momentum seperti inilah yang menurutnya bisa mendongkrak pariwisata.
Meski hambatan dan tantangannya tentu tidak mudah seperti biaya tiket pesawat dan lainnya.
”Ini pentingnya pariwisata itu terletak tidak hanya pada promosi tetapi juga dengan adanya event strategis yang bisa diminati warga seluruh dunia. Maka, event strategis seperti ini bisa terus ditingkatkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat NTB,” ucapnya.
Baca Juga: Aruna Senggigi Perkenalkan Mandura Multifunction dan Beach Club Pinggir Pantai
Meningkatnya okupansi di Senggigi juga menurut Sahlan menjadi sinyal peperangan tidak berpengaruh terhadap aktivitas pariwisata.
”Terbukti masih banyak masyarakat yang tetap membutuhkan healing di tengah kondisi geopolitik yang dianggap kurang stabil,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida