Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Abrasi, PLN EPI Tanam 2.500 Pohon di Pantai Induk Lombok Barat

Hamdani Wathoni • Senin, 11 Mei 2026 | 20:02 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menggelar aksi penanaman ribuan pohon di pesisir Pantai Induk Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (11/5).  (Toni/Lombok Post)
PEDULI LINGKUNGAN: PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menggelar aksi penanaman ribuan pohon di pesisir Pantai Induk Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (11/5). (Toni/Lombok Post)

LombokPost — Abrasi yang terjadi di Pantai Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung mendapat perhatian PLN Energi Primer Indonesia (EPI). Lewat aksi peduli lingkungan, PLN EPI menanam ribuan bibit pohon, Senin (11/5).

Penanaman pohon ini diharapkan bisa mencegah abrasi pesisir yang sudah terjadi puluhan meter dari bibir pantai tersebut.

"Kami menggelar aaksi bertajuk 'Menepi', singkatan dari Menanam di Pesisir yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati tahun 2026. Sebanyak 2.500 pohon ditanam di sepanjang bibir pantai untuk memperkuat ekosistem pesisir," jelas VP K3KL PLN EPI Muhammad Aminuddin Isnaeni

 ​Tujuannya untuk mendukung ekosistem pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Pihaknya juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.

Aminuddin menegaskan, program ini tidak berhenti pada seremoni penanaman saja.

Pihaknya berkomitmen melakukan pemeliharaan berkala dengan melibatkan masyarakat lokal (Pokdarwis) untuk memastikan pohon tersebut tumbuh subur dan memberikan manfaat ekologis serta ekonomi.

Baca Juga: Tebar Energi Kebaikan, PLN UIW NTB Santuni 56 Anak Yatim di Lombok Timur

​Selain penghijauan, Aminuddin juga menyinggung rencana strategis PLN EPI di Lombok, yakni pembangunan unit regasifikasi untuk menyuplai kebutuhan gas pembangkit listrik yang ada di daerah tersebut sebagai upaya transisi energi yang lebih bersih.

​Gayung bersambut, rencana pelestarian ini didukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB.

Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Perikanan Wilayah NTB Abdul Wahab menyatakan, penanganan abrasi memang menjadi prioritas provinsi.

Selain penanaman pohon atau mangrove, ia menyebut perlunya pembangunan infrastruktur fisik seperti breakwater (pemecah gelombang).

​"Harapan masyarakat dan PLN tadi adalah menghindari abrasi lebih luas. Salah satu solusinya adalah breakwater untuk memecah energi gelombang besar sebelum sampai ke bibir pantai," jelas Wahab. 

Baca Juga: PLN Nusantara Power UP Sambelia Gelar Donor Darah

Meski saat ini fokus pemerintah masih pada penanaman vegetasi, pihaknya akan mengkaji lebih dalam kebutuhan infrastruktur pemecah gelombang tersebut di titik-titik rawan seperti Pantai Induk.

​Sementara itu, Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas perhatian PLN EPI. Baginya, Pantai Induk bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan urat nadi ekonomi warga Gerung dan Lombok Barat pada masanya.

​"Dulu ini rujukan pariwisata utama, tapi sekarang tergerus puluhan meter. Nelayan kami kesulitan sandar perahu karena daratan makin sempit," keluh Fitriati. Ia optimis, dengan pulihnya lingkungan pantai, sektor UMKM akan kembali menggeliat.

"Pariwisata itu punya multiplier effect. Kalau pantainya bagus, UKM tumbuh, ujung-ujungnya kesejahteraan masyarakat meningkat," pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Barat #pln #NTB #peduli lingkungan #PEDULI