LombokPost - Inovasi terus dihadirkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat Lalu Winengan untuk meningkatkan literasi masyarakat Gumi Patut Patuh Patju. Salah satunya dengan menghadirkan pendongeng nasional Kak Danang.
Suasana akhir pekan di kawasan Car Free Night (CFN) Lombok Barat mendadak riuh. Di antara kepulan asap kuliner dan pendar lampu kota, ratusan anak-anak hingga remaja tampak berkumpul melingkar. Pandangan mereka terkunci pada sosok pria jenaka di depan yang tengah lincah memainkan boneka.
Malam itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Lombok Barat sengaja memboyong pendongeng nasional, Kak Danang, untuk menyuntikkan virus literasi dengan cara yang asyik.
Kepala Dinas Arpus Lombok Barat Lalu Winengan menegaskan, langkah jemput bola ini merupakan strategi mutakhir untuk membangkitkan gairah baca daerah. Menurutnya, konsep literasi tidak boleh lagi dikurung dalam ruang kaku yang membosankan.
"Kita harus ubah cara berpikir. Literasi itu luas, ada literasi bercerita, membaca, hingga berhitung. Kami ingin menghidupkan Perpustakaan Lombok Barat lewat ruang terbuka seperti ini," ujar Lalu Winengan penuh semangat.
Baca Juga: Disarpus Lombok Barat Bakal Bangun Gedung Perpustakaan Megah Rp 10,3 Miliar
Winengan bahkan membandingkan antusiasme membaca dengan budaya di negeri tirai bambu. "Coba bayangkan di Cina, orang-orang rela mengantre panjang di perpustakaan, bukan mengantre makanan. Suasana dan ekosistem seperti itulah yang sedang kita ikhtiarkan agar daerah ini bangkit," tambahnya.
Tidak berhenti pada acara dongeng, Dinas Arpus telah merancang serangkaian program berkesinambungan. Mulai dari lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA berhadiah jutaan rupiah, lomba perpustakaan desa, hingga kompetisi pembuatan video kreatif.
Bahkan pada bulan Agustus mendatang, akan digelar lomba paduan suara menyanyikan lagu Mars Lombok Barat yang melibatkan kolaborasi guru dan masyarakat.
Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti Seminar GuruBot Awareness Lombok, Siap Dongkrak Skor Literasi dan Numerasi di NTB
Strategi memadukan literasi dengan ruang publik ini mendapat apresiasi penuh dari Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Sang bupati menilai, kehadiran kegiatan edukatif di area CFN merupakan langkah cerdas untuk mengoptimalkan ruang interaksi masyarakat. Terlebih, Car Free Night ini telah resmi mengantongi hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM.
"CFN ini difungsikan sebagai ruang interaksi semua elemen masyarakat. Setiap malam minggu kita isi dengan berbagai kegiatan, dan malam ini dikombinasikan dengan literasi," kata Lalu Ahmad Zaini.
Bupati yang akrab disapa LAZ ini menambahkan, dengan adanya legitimasi hukum HKI, kegiatan CFN kini menjadi agenda rutin yang aman dan terstruktur. Efek domino yang dihasilkan pun sangat masif. Selain menjadi panggung ekspresi seni dan edukasi, perputaran ekonomi kreatif di sepanjang jalur CFN terbukti melonjak tajam.
"Melalui lagu Mars Lombok Barat yang nanti akan dilombakan, kami juga ingin menularkan lagu perjuangan dan lagu semangat ini kepada generasi muda. Intinya, ekonomi bergerak, literasi jalan, dan masyarakat mendapat hiburan yang mendidik," pungkas bupati. (*)
Editor : Kimda Farida