LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tak ingin kompromi terkait persoalan aset daerah yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga.
Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah lahan milik Pemkab Lobar yang ditempati oleh Akademi Manajemen Mataram (AMM).
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menegaskan, sikap pemerintah daerah sudah bulat untuk menyelamatkan dan mengoptimalkan seluruh aset demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Dia punya bangunan, kami punya tanah. Tanah ini mau kami ambil kembali. Jadi, pilihannya untuk AMM sekarang hanya satu, yaitu membayar sewa sesuai dengan hasil penilaian tim appraisal. Di luar itu, tidak ada alternatif lain," tegas pria yang akrab disapa LAZ ini.
Satus hukum lahan AMM tersebut sejatinya sama dengan persoalan aset Lombok City Center (LCC).
Pemerintah daerah memegang penuh hak atas kepemilikan tanah, sementara pihak AMM hanya memiliki bangunan di atasnya.
Jika tidak membayar sewa, maka ini akan menjadi ranah Aparat Penegak Hukum (APH) di kejaksaan menanganinya.
Baca Juga: Pemkab Lobar Bidik Jalur Pidana Sengketa Aset Lahan AMM Mataram ke Kejati NTB
Bupati bahkan berseloroh, jika pihak yayasan keberatan dengan aturan tersebut, mereka dipersilakan untuk memindahkan bangunannya.
"Kalau tidak mau bayar sewa, ya silakan angkat gedungnya," selorohnya.
Bupati menjelaskan, pihak AMM sebelumnya sempat melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penghentian pinjam pakai lahan tersebut.
Namun, setelah melalui proses perbaikan administrasi, pihak PTUN menolak gugatan AMM dan menyatakan SK Bupati yang baru tetap sah secara hukum.
Dengan demikian, status pinjam pakai lahan tersebut otomatis sudah berakhir dan tidak berlaku lagi.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. LAZ mengungkapkan, di tengah tingginya kebutuhan anggaran untuk pembangunan daerah dan adanya pemotongan dana transfer dari pusat.
Pemkab Lobar dituntut harus lebih kreatif dalam mengelola potensi finansial, termasuk optimalisasi aset daerah.
Terlebih, Lobar saat ini tengah berupaya mempertahankan prestasi sebagai juara pertama dalam hal creative financing.
Baca Juga: Pemkab Lobar Tempuh Jalur Divestasi Penyertaan Modal Ambil Alih Aset LCC dari PT Tripat
"Kita harus lebih kreatif lagi mencari uang. Jadi, semua aset daerah itu harus produktif dan mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi daerah. Tidak ada lagi cerita aset mangkrak atau dikuasai tanpa kejelasan kontribusi," pungkasnya.
Ketua STIE AMM Umar Said Alamudi yang dikonfirmasi mengenai pembayaran sewa lahan belum memberikan respons.
Namun sebelumnya menyampaikan jika pihaknya akan segera menemui bupati untuk membangun kesepahaman terkait polemik ini.
Baik mengenai biaya sewa maupun pemanfaatan lahan ini ke depan.
"InsyaAllah nanti saya akan menghadap ke bupati," ucapnya kepada Lombok Post.
Editor : Kimda Farida