Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Lobar Berencana Bangun Mal di Lahan Eks Hotel Santosa Senggigi, Dewan NTB Beri Dukungan

Hamdani Wathoni • Sabtu, 20 Juni 2026 | 04:45 WIB
KOORDINASI: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat diskusi dengan anggota DPRD NTB Hasbullah Muis saat peresmian E-ticketing Pelabuhan Senggigi. (Toni/Lombok Post)
KOORDINASI: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat diskusi dengan anggota DPRD NTB Hasbullah Muis saat peresmian E-ticketing Pelabuhan Senggigi. (Toni/Lombok Post)

LombokPost — Rencana revitalisasi kawasan wisata Senggigi mendapat angin segar. Lahan eks Hotel Santosa yang telah lama terbengkalai kabar ya tengah dilirik oleh investor. Informasi ini memicu wacana opsi ruislag (tukar guling) lahan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) demi memaksimalkan penataan kawasan.

"Ada salah satu investor yang melirik lahan eks Santosa ini jadi mal yang terintegrasi dengan pelabuhan pintu masuk Senggigi," jelas Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Ketika ini terintegrasi, aktivitas lalu lintas melalui Pelabuhan Senggigi dipastikan meningkat pesat. Bedampak pada terdongkrak gelia pariwisata. "Ini memang rencana yang terus kami godok bersama pihak investor," paparnya.

Selain dilengkapi mal, lahan eks Santosa ini nantinya juga dilengkapi dengan ballroom yang bisa menampung ribuan orang. Sehingga pemanfaatannya bisa dilakukan untuk berbagai kegiatan.

Baca Juga: Daftarkan 650 Warga Miskin JKN-KIS, Kades Senggigi Dipuji BPJS Kesehatan Pusat

​Anggota DPRD Provinsi NTB Hasbullah Muis menilai rencana yang dilontarkan Bupati Lombok Barat tersebut sangat menarik dan strategis. Menurutnya, jika investor pemilik Sheraton resmi mengakuisisi Santosa, opsi penggabungan (merger) kedua aset tersebut akan membuka peluang besar bagi pemanfaatan lahan Pemprov NTB.

"Kalau itu yang terjadi, maka ini akan lebih mudah lagi untuk kemudian mendorong, mendesain ini agar bisa berjalan secara maksimal," ujar Hasbullah.

Selama ini, Hasbullah menyoroti lahan milik Pemprov NTB seluas 1 hektar di kawasan Senggigi dinilai mangkrak dan tidak dikelola secara maksimal.

Sehingga belum memberikan hasil yang optimal. Momentum ini diharapkan menjadi entry point penting bagi Kabupaten Lombok Barat untuk mendongkrak kembali sektor pariwisata Senggigi yang belakangan ini dinilai masih lesu.

Baca Juga: Senggigi Lombok Fun Run 2026 Siap Digelar, Usung Tema Senggigi Level Up

Politisi Udayana ini juga mendukung penuh konsep yang ditawarkan Bupati Lombok Barat. Jika proses ruislag lahan Santosa dengan lahan Pemprov terealisasi, lahan Pemprov akan bergeser dan langsung terintegrasi dengan area pelabuhan. 

Di lokasi tersebut, direncanakan pembangunan pusat perbelanjaan hingga ballroom berkapasitas 1.200 orang.
​"Ini luar biasa. Ini akan mendorong usaha Senggigi ini untuk bisa hidup dan tumbuh kembali," tambahnya optimis. 
Integrasi ini diyakini akan mempermudah Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat dalam mendesain kawasan terpadu yang bernilai ekonomi tinggi.

Selain penataan kawasan wisata, Hasbullah juga menyinggung rencana pemindahan Polsek Batulayar. Rencana ini sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Gubernur NTB.

Kondisi Polsek Batulayar saat ini dinilai kurang strategis dan areanya terlalu sempit, sehingga pelayanannya belum bisa maksimal. Hasbullah menyarankan agar posisi Polsek digeser agak ke depan agar berada di posisi tengah kawasan.

​"Kalau bicara tentang Polsek Batulayar, harusnya digeser agak ke depan, supaya di posisi tengah," jelasnya.

Salah satu opsi lokasi yang dilirik adalah lahan milik Pemprov di sekitar kawasan Rumah Susun (Rusun) Batulayar meski hal tersebut masih dalam tahap kajian lebih lanjut. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Senggigi #Bupati LAZ #Lombok Barat #Lalu Ahmad Zaini