LombokPost – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput.
Di bawah komando Ketua DPC PPP Lobar Muhali, partai berlambang Kakbah ini sukses menggelar musyawarah anak cabang (Musancab).
Salah satu agendanya adalah pembentukan formatur untuk Pengurus Anak Cabang (PAC) di 10 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat.
"Alhamdulillah, pekan ini semua struktur untuk PAC se-Kabupaten Lombok Barat ditargetkan sudah selesai dibentuk. Yang paling membanggakan, proses bermusyawarah ini kami lalui dengan suasana riang gembira. Tidak ada gontok-gontokan, tidak ada gesekan yang keras. Semua berjalan harmonis," ujar Muhali dengan nada optimis.
Baca Juga: DPP Gejolak Lagi, Pelantikan DPC PPP se-NTB Diundur
Langkah ini menjadi penanda awal mesin partai mulai dipanaskan, sekaligus sebagai ajang konsolidasi untuk mengembalikan kejayaan PPP di bumi Patut Patuh Patju.
Pertemuan krusial yang mengumpulkan seluruh elemen strategis partai tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh senior partai.
Hadir mantan Ketua DPW PPP NTB dua periode Hj. Wartiah. Anggota DPR RI ini dikenal memiliki basis massa yang sangat mengakar kuat di Kabupaten Lombok Barat.
Mengingat rekam jejaknya yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB selama tiga periode dari daerah pemilihan (dapil) Lobar.
Kehadiran srikandi politik ini kian membakar semangat para kader. Tak hanya itu, forum ini juga dihadiri oleh Ketua DPW PPP NTB saat ini H Muzihir, yang memberikan arahan strategis secara langsung kepada jajaran pengurus.
Muhali menegaskan, seluruh proses pembentukan tim formatur berjalan lancar dan demokratis sesuai dengan mekanisme partai yang berlaku. Ia optimis, seluruh struktur kepengurusan di tingkat kecamatan akan rampung sepenuhnya dalam minggu ini.
"Suasana kondusif ini sengaja dirawat untuk menunjukkan bahwa PPP Lobar saat ini berdiri kokoh di atas fondasi persatuan," paparnya.
Baca Juga: Terima SK, Ketua DPC PPP Lombok Barat Tancap Gas Gelar Musancab
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kepatuhan seluruh kader, mulai dari akar rumput hingga tokoh senior, terhadap setiap instruksi yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Langkah terukur dari tingkat bawah ini sengaja diambil guna mengantisipasi munculnya gejolak internal maupun dualisme kepengurusan yang kerap merugikan partai dalam momentum politik.
"Kami memulai penataan ini benar-benar dari bawah, dari akar rumput. Sesuai perintah DPP, tidak boleh ada gerakan-gerakan tambahan di luar mekanisme yang ada. Apa yang menjadi garis keputusan dan perintah DPP, itulah yang harus kita amankan bersama di tingkat bawah," tegasnya.
Lebih lanjut, legislator Lobar ini meminta kepada seluruh pengurus PAC yang nantinya terbentuk untuk memperkuat intensitas silaturahmi.
Para pengurus baru diinstruksikan untuk tidak menjaga jarak, melainkan aktif merangkul para senior partai, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tanpa memandang latar belakang profesi maupun status sosial.
Menurut Muhali, PPP Lombok Barat harus bersifat inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. Strategi merangkul ini tidak hanya menyasar para pimpinan pondok pesantren atau tokoh Muslim, tetapi juga tokoh-tokoh non-Muslim di Lombok Barat. Hubungan lintas elemen ini dinilai krusial demi kemajuan daerah.
"Kami akan merajut kolaborasi dengan semua pihak, termasuk tokoh lintas agama. Kepentingan kita semua sama, yaitu bagaimana membawa Kabupaten Lombok Barat ini bisa lebih maju dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas," tambahnya.
Muhali menyampaikan target besar yang menjadi visi utama DPC PPP Lombok Barat ke depan. Ia menegaskan, seluruh konsolidasi dan perbaikan struktur yang dilakukan hari ini bermuara pada satu target besar di pemilu mendatang.
"Visi dan misi besar kami sudah jelas, pada tahun 2029 nanti, PPP Lombok Barat harus kembali ke masa kejayaannya," pungkas Muhali.