Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Terbatas, NTB Kesulitan Putus Rantai Rabies

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
TEKAN PENYEBARAN: Petugas menyuntik vaksin rabies kepada anjing peliharaaan milik warga, di Kelurahan Lelamase di Kota Bima, beberapa waktu lalu. (DISNAKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)
TEKAN PENYEBARAN: Petugas menyuntik vaksin rabies kepada anjing peliharaaan milik warga, di Kelurahan Lelamase di Kota Bima, beberapa waktu lalu. (DISNAKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Keterbatasan anggaran menjadi ganjalan besar bagi Pemprov NTB, dalam memutus rantai penyebaran rabies di Pulau Sumbawa. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkeswan NTB, Muslih mengungkapkan, pengadaan vaksin tahun ini murni hanya mengandalkan kemampuan APBD yang sangat terbatas, tanpa adanya sokongan dari pemerintah pusat. 

“Tahun ini cuma 10 ribu dosis saja, dari pusat tidak ada,” tegasnya, Senin (29/6). 

Tentu saja alokasi vaksin yang tersedia, sangat timpang dibandingkan dengan ledakan populasi anjing penular di lapangan yang terus meningkat tajam.  

“Jumlah ini masih jauh jika dibanding estimasi populasi anjing di Pulau Sumbawa yang mencapai kurang lebih 65 ribu ekor,” bebernya. 

Advertisement

Kondisi penanganan di lapangan kian pelik, lantaran laju kelahiran anjing sangat tinggi, di aman satu induk anjing dapat melahirkan enam hingga delapan ekor anak dalam satu kali kelahiran. “Belum lagi yang melahirkan enam sampai delapan, rata-rata delapan,” ujarnya.

Ironisnya, alokasi tambahan dipastikan nihil karena kondisi fiskal daerah yang sedang terjepit. “Pada APBD Perubahan tidak ada penambahan, kita lagi kesulitan uang,” kata dia. 

Tantangan lain di lapangan, sulitnya pengendalian hewan liar maupun anjing peliharaan yang dilepasliarkan oleh pemiliknya. “Kalau yang liar kan sudah sulit ditangkap. Ada yang berpemilik tapi dilepas, itu juga jadi persoalan,” jelas Muslih.  

Padahal, status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Pulau Sumbawa hingga kini belum dicabut oleh para kepala daerah, karena kasus gigitan baru masih konsisten ditemukan.

Sementara menunggu respons pusat, distribusi logistik yang ada tetap dipasok secara berkala demi menjaga keberlanjutan roda vaksinasi tahunan.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Populasi Anjing Liar Meledak di Pulau Lombok, Risiko Rabies Mengintai

Populasi Anjing Liar Meledak di Pulau Lombok, Risiko Rabies Mengintai

Pemprov NTB menaruh perhatian serius terhadap lonjakan populasi anjing liar di Pulau Lombok.

Pemkab Lombok Utara Rumuskan Langkah Penanganan Anjing Liar, Libatkan Berbagai Pihak

Pemkab Lombok Utara Rumuskan Langkah Penanganan Anjing Liar, Libatkan Berbagai Pihak

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menseriusi penanganan meningkatnya populasi anjing liar. Sebagai bukti keseriusan itu, Pemda akan se

Bocah Diserang Enam Anjing Liar, DPRD Desak Penanganan Serius

Bocah Diserang Enam Anjing Liar, DPRD Desak Penanganan Serius

Seorang bocah di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, menjadi korban serangan enam ekor anjing liar, Sabtu (6/6). Peristiwa tersebut mem

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer