Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antisipasi Banjir, PMI Lombok Barat Uji Sistem Peringatan Dini Libatkan 120 Warga di Sekotong

Kimda Farida • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:28 WIB
Peserta mengikuti simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) banjir yang digelar PMI Lombok Barat di Desa Sekotong Tengah, Kamis (2/7).
Peserta mengikuti simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) banjir yang digelar PMI Lombok Barat di Desa Sekotong Tengah, Kamis (2/7).

LombokPost--Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat menggelar simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) banjir di Desa Sekotong Tengah, Kamis (2/7).

Sebanyak 120 peserta dari berbagai unsur dilibatkan untuk menguji kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana banjir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Siap Siaga PMI Lombok Barat 2025–2027 yang bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan aksi cepat sebelum bencana terjadi.

Simulasi diawali dengan Table Top Exercise (TTX) di kawasan Ekowisata Bagek Kembar Mpol, kemudian dilanjutkan dengan simulasi lapangan di Dusun Sekotong I. Peserta berasal dari BPBD, BMKG, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan PMI, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), kelompok rentan, penyandang disabilitas, masyarakat, hingga insan media.

Staf Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Bramantio Bagus W, mengatakan simulasi tersebut bertujuan menguji efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun bersama masyarakat.

"Harapannya agar masyarakat bisa melakukan aksi dini sebelum bencana itu terjadi. Di Sekotong Tengah ancaman utamanya adalah banjir," ujarnya.

Baca Juga: Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Sekretaris Deputi Jadi Tersangka: Diduga Dirikan Perusahaan Jual Food Tray untuk Mitra SPPG

Menurut Bagus, simulasi tidak hanya menguji kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif saat kondisi darurat.

Ia mengungkapkan, sejak tahun lalu PMI telah memasang perangkat Early Warning System (EWS) di tiga desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, dan Desa Taman Baru, dengan sistem pemantauan dari wilayah hulu hingga hilir sungai.

Kegiatan Simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan Simulasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

 "Kami ingin memastikan sistem ini benar-benar berjalan saat dibutuhkan, mulai dari alur komunikasi, penyebaran informasi hingga proses evakuasi sesuai SOP," katanya.

Selain menjadi sarana latihan, simulasi juga digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menemukan berbagai kendala di lapangan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan SOP dan mekanisme koordinasi agar penanganan bencana semakin efektif.

PMI berharap masyarakat mampu melakukan tindakan penyelamatan secara mandiri ketika menerima peringatan dini, termasuk menyelamatkan anggota keluarga, hewan ternak, dan barang berharga sebelum banjir datang.

Sementara itu, Ketua RT Dusun Sekotong Tengah I, Akhyar Rosidi, menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, masyarakat kini lebih memahami jalur evakuasi, cara menerima informasi peringatan dini, hingga pentingnya membantu kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Ia juga menilai keberadaan alat EWS sangat membantu warga dalam mengantisipasi banjir.

"Kalau alat ini berbunyi, masyarakat bisa mengetahui air sungai mulai naik sehingga punya waktu untuk bersiap dan menyelamatkan diri," ujarnya.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Bisa Turun Drastis, Porsi Subsidi Bisa Sampai 60 Persen

Dalam simulasi lapangan, peserta mempraktikkan seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari penerimaan informasi peringatan dini, penyebaran informasi melalui pengeras suara dan media komunikasi desa, proses evakuasi warga, pendataan korban terdampak, hingga evaluasi pelaksanaan simulasi.

Melalui kegiatan ini, PMI Lombok Barat berharap kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan banjir semakin meningkat sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan melalui sistem peringatan dini yang berjalan efektif.

Editor : Kimda Farida
#Desa Sekotong Tengah #PMI Lombok Barat #Banjir #Sekotong