LombokPost - Roda pimpinan di Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat resmi berputar. Prosesi pisah sambut yang digelar melalui upacara farewell di Mapolres Lombok Barat pada Selasa lalu menyisakan haru yang mendalam.
Jajaran personel Polres Lombok Barat tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan saat melepas AKBP Yasmara Harahap, yang kini mengemban tugas baru sebagai Kabag Binkar Biro SDM Polda NTB. Estafet kepemimpinan kini resmi beralih ke tangan AKBP Mellisya Amalia.
"Terima kasih untuk segala dukungan dan bantuan selama saya menjabat di sini. Saya berterima kasih sebaik-baiknya dan memohon maaf apabila ada tindakan saya yang mungkin mengejar atau menekan anggota saat melaksanakan tugas," ucap Yasmara dengan nada bergetar dalam pidato perpisahannya.
Bagi Yasmara, dukungan penuh dari seluruh jajaran adalah kunci utama kesuksesannya menjaga kondusivitas wilayah.
Baca Juga: Dilema KLA Nindya dan Pajak Reklame, Pemkot Mataram Terapkan Jalan Tengah Zonasi Iklan Rokok
Sejak menapakkan kaki sebagai Kapolres Lombok Barat pada Maret 2025, perwira dengan melati dua di pundak ini dikenal sebagai sosok yang bertangan dingin. Selama 1 tahun 4 bulan masa baktinya, Yasmara berhasil menuntaskan berbagai kasus menonjol yang sempat menyita perhatian publik nasional hingga viral di media sosial.
Di bawah komandonya, Polres Lombok Barat berhasil membongkar kasus pembunuhan tragis seorang wanita yang jasadnya dicor oleh pelaku di sebuah perumahan di wilayah Labuapi.
Tak hanya itu, ketajaman investigasi timnya juga berhasil mengungkap misteri pembunuhan warga negara asing (WNA) asal Spanyol di kawasan wisata Batu Layar, serta meredam berbagai kasus dugaan asusila yang meresahkan masyarakat.
Puncaknya adalah penanganan kasus pembunuhan Brigadir Esco yang melibatkan oknum anggota Polres Lombok Barat sendiri. Meski dihadapkan pada situasi yang sarat tekanan, Yasmara membuktikan komitmennya terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu dengan menetapkan lima orang tersangka.
Ketegasan Yasmara tidak hanya terlihat di ruang penyidikan, tetapi juga di lapangan. Publik tentu masih ingat saat para sopir truk memblokir Bundaran Giri Menang Square sebagai protes atas aturan Over Dimension Over Load (ODOL).
Pemblokiran jalan yang merupakan urat nadi transportasi menuju pelabuhan, bandara, dan rumah sakit tersebut sempat melumpuhkan aktivitas publik.
Baca Juga: Sambut MotoGP Mandalika 2026, Kadispar Mataram Justru Minta Pengusaha Kasih Diskon
Melihat mediasi yang buntu, Yasmara mengambil tindakan tegas yang terukur. Ia memimpin langsung pembubaran paksa blokade jalan demi menyelamatkan kepentingan masyarakat yang lebih luas, tanpa menimbulkan gesekan fisik yang berarti.
Langkah taktis, kepemimpinan yang tegas, namun tetap persuasif yang ditunjukkan AKBP Yasmara Harahap kini menjadi standar dedikasi yang tinggi. Di tempat tugasnya yang baru di Polda NTB, publik tentu menanti kiprah dan pengabdian berikutnya dari sang perwira.