SPPG Karang Bongkot Tampil Lebih Percaya Diri Setelah Pindah Lokasi, Areal Dapur Semakin Luas

Siti Aeny Maryam • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:03 WIB
Areal dapur MBG SPPG Karang Bongkot Lombok Barat kini jauh lebih luas.
Areal dapur MBG SPPG Karang Bongkot Lombok Barat kini jauh lebih luas.
LombokPost - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Bongkot Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB) kini semakin percaya diri dalam menyajikan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Masa libur sekolah yang hampir satu bulan penuh kemarin ia gunakan dengan baik untuk mencari lokasi dapur yang lebih luas sehingga proses penyajian menu MBG lebih maksimal.

Hanya bergeser tak jauh dari lokasi lama, SPPG Karang Bongkot kini berpidah lokasi yang jauh lebih luas. Tujuannya tak lain adalah demi mengikuti petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) soal standar dapur MBG yang layak.

Baca Juga: Yayasan Batu Emas Perkuat Dapur SPPG, Siap Pasok Menu MBG Usai Libur Sekolah

Yayasan Batu Emas sebagai pengelola SPPG Karang Bongkot sejak awal memang telah berkomitmen mendukung penuh program MBG pemerintah sejak ia beroperasi 29 September 2025.

"Kepindahan lokasi dapur MBG Karang Bongkot ini sesuai arahan BGN tentang standar dapur yang layak," jelas Muhazam, SP., pemimpin Yayasan Batu Emas.

Lokasi baru ini tidak bergeser dari koordinat yang terdaftar di BGN. Alasan kepindahan semata-mata untuk mendapatkan dapur MBG yang luas sesuai standar BGN. Sementara dilokasi yang lama tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan.

Muhazam juga menyebutkan SPPG Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi merupakan dapur pertama yang dioperasikan, sehingga menjadi barometer SPPG yang dibangun berikutnya.

Baca Juga: Bikin Bangga, Putra Lombok Raih Adhi Makayasa Akpol 2026

Itu sebabnya, Yayasan tidak akan main-main dalam mengelolanya. Semua arahan BGN akan dipenuhi dan pengawasan ketat terus dilakukan, baik itu saat penyediaan bahan baku, produksi makanan hingga MBG tiba di lokasi sekolah.

Terlihat dari pemilihan menu yang disajikan setiap hari sangat bervariasi dan menggugah selera pelajar. Pemilihan menu benar-benar disesuaikan dengan kesukaan usia pelajar yang menerima manfaat MBG. Sehingga menggugah minat pelajar untuk menyantapnya tanpa sisa.

Buktinya, ompengan selalu kembali dalam keadaan kosong alias makanan habis disantap pelajar.

SPPG Karang Bongkot saat ini  harus melayani 2.615 penerima manfaat setiap harinya. SPPG ini membuktikan bahwa penyediaan pangan skala besar tidak harus mengorbankan kualitas rasa maupun kandungan gizi.

SPPG ini tetap mempertahankan kualitas dan kehigienisan makanan. Mereka menjamin makanan yang disiapkan dalam kondisi bersih, steril, dan bebas dari kuman penyakit, sesuai dengan ilmu kesehatan. Upaya menjaga kebersihan diri atau lingkungan (sanitasi) pun terus ditingkatkan.

Cakupan pelayanannya pun sangat luas, mencakup 22 institusi pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMPN 2 Labuapi dan tingkat SMA.

Penerima manfaat ini tersebar di beberapa wilayah strategis, yakni Desa Karang Bongkot, Desa Perampuan Kuranji, Desa Kuranji Dalang dan Desa Telaga Waru.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan
Yayasan Batu Emas SPPG Lombok Barat Mbg menu