LombokPost - Pelaku usaha pariwisata di Lombok Barat ditantang untuk terus melahirkan inovasi dalam menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) lokal.
Sektor pariwisata dinilai tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus mampu menjadi wadah penyerapan potensi seni, budaya, dan kompetensi masyarakat di sekitar kawasan destinasi.
Inisiatif tersebut ditunjukkan Aruna Senggigi Resort & Convention yang sukses menggelar ajang edukasi dan kompetisi tata rias pengantin tradisional.
Baca Juga: Unjuk Bakat! Aruna MUA Competition 2026 Bangkitkan Industri Kreatif NTB
Terobosan ini mendapat apresiasi positif dari Pemprov NTB karena berhasil menjembatani industri perhotelan dengan pengembangan ekraf berbasis budaya.
Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal, menegaskan bahwa tata rias pengantin tradisional bukan sekadar estetika kecantikan semata, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki filosofi mendalam.
”Pengusaha harus terus menggali potensi yang ada di kawasan pariwisata. Edukasi mengenai tata rambut dan tata rias tradisional menjadi langkah penting untuk memastikan warisan budaya tetap dipahami, dilestarikan, dan diteruskan,” ujarnya.
Menurut Faozal, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pelaku industri kreatif menjadi kunci utama memperkuat ekosistem ekraf sekaligus mengenalkan budaya lokal ke khalayak luas.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Agus Gunawan, menilai kegiatan kreatif semacam ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kemajuan daerah, baik dari sisi promosi destinasi maupun penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
”Kegiatan ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak bagi ekonomi kreatif. Selain memperkenalkan daerah melalui event berkualitas, kompetisi ini membuka ruang bagi para MUA lokal untuk menunjukkan kompetensi, membangun jejaring, dan meningkatkan daya saing. Semakin banyak ruang seperti ini, semakin besar dampak positif yang dirasakan masyarakat,” terang Agus.
Ia menambahkan, pesatnya pertumbuhan komunitas serta sanggar tata rias di wilayah Lombok Barat menjadi bukti nyata bahwa subsektor kecantikan dan kriya budaya memiliki prospek ekonomi yang besar untuk terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
GM Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan mengatakan kegiatan ini rangkaian perayaan 10th Anniversary-nya, Aruna Senggigi Resort & Convention. Diharapkan ini juga akan berdampak dalam meningkatkan kreativitas ekraf di NTB. ”Kami berusaha memberikan wadah kreativitas tersebut,” kata dia. (nur/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post