LombokPost – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasikan insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin milik operator PT Jemla pada lintasan penyeberangan Padangbai–Lembar, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA di perairan Bali.
Berdasarkan data resmi ASDP, musibah ini merenggut satu korban jiwa.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu penumpang dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Terungkap! KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Api Diduga dari Truk Box
ASDP bersama tim gabungan yang terdiri dari KSOP, Basarnas, dan operator pelayaran terus memfokuskan upaya pada keselamatan penumpang dan awak kapal.
"ASDP menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu penumpang. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan terus berupaya memastikan penumpang lainnya mendapatkan penanganan dan perlindungan sebaik-baiknya," ujar Windy Andale dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Proses Evakuasi Terhalang Gelombang Tinggi
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Angkut 131 Penumpang dan 79 Kendaraan
Proses evakuasi penumpang dilakukan secara berantai memanfaatkan sejumlah kapal yang melintas di sekitar lokasi perairan. Hingga data terkini dihimpun ada beberapa kapal ikut evakuasi korban.
* KMP Portlink II: Mengangkut 35 penumpang ter-evakuasi, termasuk 3 orang bayi.
* Kapal Yacht: Mengevakuasi 17 orang.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang
* MV Debbie: Mengevakuasi 3 orang.
Namun, kondisi cuaca ekstrem di perairan setempat sempat menyulitkan jalannya penyelamatan.
Angin bertiup dari arah utara mencapai kecepatan 15 knot dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter.
Atas pertimbangan keselamatan, proses pemindahan penumpang di laut sempat dihentikan sementara, dan KMP Portlink II melanjutkan pelayaran membawa korban menuju Pelabuhan Padangbai.
Posko Darurat Disiapkan di Lembar dan Padangbai
Sebagai langkah tanggap darurat, ASDP resmi mengaktifkan Posko Darurat di Pelabuhan Padangbai maupun Pelabuhan Lembar.
Posko tersebut dilengkapi dengan tenaga medis, armada ambulans, pasokan makanan, minuman, serta kebutuhan dasar korban.
Pihak ASDP menegaskan bahwa pendataan jumlah pasti penumpang, kondisi korban, serta investigasi penyebab kebakaran masih terus dilakukan secara intensif bersama pihak-pihak berwenang.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post