Satu Penumpang Meninggal di RSUD Tripat, Delapan Hari Bertahan di ICU

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:00 WIB
PEMAKAMAN: Warga menghadiri pemakaman Ardiansyah, korban KMP Putri Yasmin di pemakaman umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)
PEMAKAMAN: Warga menghadiri pemakaman Ardiansyah, korban KMP Putri Yasmin di pemakaman umum Desa Gelogor, Kamis (20/8). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung menyatakan satu korban insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin meninggal dunia pada Rabu (19/8) pukul 16.45 Wita. Korban bernama Ardiansyah, 37 tahun, warga Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta ini menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUD Tripat. Korban sempat menjalani perawatan intensif selama delapan hari sejak 12 Agustus 2026.

Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi menjelaskan, korban merupakan pasien dengan kondisi paling kritis dari total 24 korban yang dirujuk ke rumah sakit tersebut. ”Banyak air laut yang masuk ke paru-parunya saat bertahan di tengah ombak. Hal ini memicu respiratory failure dan pneumonia aspirasi,” terang dr. Suriyadi.

Baca Juga: Isak Tangis Keluarga Ardiansyah, Pulang Naik KMP Putri Yasmin Demi Akikah Sang Bayi

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Utama Spesialis Paru RSUD Tripat dr. Ni Nyoman Ayu Suciarini Sp.P menambahkan, kondisi pasien sempat membaik pada hari kedua perawatan. Namun, pada hari ketiga kondisinya memburuk drastis akibat infeksi berat (sepsis) dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

”Hari kedua, kondisi pasien sempat membaik, bahkan sudah bisa berkomunikasi dan meminta makan. Namun pada hari ketiga, kondisinya mendadak drop drastis serta ada komplikasi,” ujarnya.

Penumpukan cairan air laut bergaram tinggi memicu kerusakan paru-paru dan kegagalan fungsi organ lain, terutama ginjal. Meski telah dipasangi ventilator dan menjalani tindakan cuci darah, nyawa korban tidak dapat tertolong.

Baca Juga: Duka Lombok Barat, Wabup Nurul Adha Melayat ke Rumah Duka Korban KMP Putri Yasmin di Desa Gelogor

Sementara itu, 23 pasien korban KMP Putri Yasmin lainnya telah dinyatakan sehat dan dipulangkan. Namun, dua di antaranya yakni pasangan ibu dan anak asal Kediri harus kembali menjalani rawat inap untuk trauma healing. Anak berusia 10 tahun tersebut mengalami ketakutan berat pasca-kejadian.

Pihak RSUD Tripat memastikan seluruh biaya perawatan, pemulihan trauma, hingga kebutuhan harian seluruh korban ditanggung penuh oleh pihak asuransi.

Jenazah almarhum telah diserahterimakan kepada pihak keluarga di Desa Gelogor. Ardiansyah meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.

Baca Juga: Alami Trauma Berat Pasca-Tragedi KMP Putri Yasmin, Ibu dan Anak Jalani Perawatan Psikis

Kades Gelogor Achmad Arman Iswara mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas banyak pihak yang memberikan dukungan ke keluarga korban. ”Korban ini adalah tulang punggung keluarga yang baik, humoris, supel dan senang menolong,” kenang Arman.

Paman Korban Yusri menjelaskan korban adalah pekerja keras. Dimana ke Lombok dari Bali dengan KMP Putri Yasmin karena ingin kurisan anaknya yang baru berusia 5 bulan. ”Sebenarnya mau acara anaknya yang paling kecil,” kata dia.

Sementara itu, mendengar kabar duka tersebut, Wabup Lobar Nurul Adha melayat langsung ke rumah duka pada Rabu malam. Wabup hadir mendampingi keluarga bersama jajaran RSUD Tripat, Jasa Raharja, dan pemerintah kecamatan setempat.

”Kami atas nama Pemkab Lombok Barat menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga diberikan ketabahan,” ujar Wabup UNA. (nur/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
KMP Putri Yasmin korban RSUD Tripat infeksi komplikasi