Ketika Maulid dan Kemerdekaan Menyatu di Kediri: Langkah Kaki Warga dan Kehangatan Silaturahmi

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 21:59 WIB
SAPA WARGA: Wabup Lobar Nurul Adha (kiri) saat menyapa masyarakat di Kecamatan Kediri, akhir pekan lalu. (PROKOPIM LOBAR FOR LOMBOK POST)
SAPA WARGA: Wabup Lobar Nurul Adha (kiri) saat menyapa masyarakat di Kecamatan Kediri, akhir pekan lalu. (PROKOPIM LOBAR FOR LOMBOK POST)

LombokPost - Semarak perayaan Maulid Nabi berpadu meriah dengan momentum kemerdekaan.

Masyarakat Kecamatan Kediri menggelar kegiatan jalan sehat pada Minggu pagi.

Ratusan warga antusias memadati ruas jalan mengelilingi kawasan dua desa.

Baca Juga: Mengintip Perayaan Maulid di Desa Pringgasela

 

Mengisi pagi dengan peluh yang mengucur deras sembari melempar senyum menyapa tetangga menjadi pemandangan menyejukkan di Minggu pagi.

Atmosfer perayaan Maulid dan kemerdekaan berpadu begitu hangat dalam derap langkah ratusan warga yang memadati ruas jalan di Kediri, Lombok Barat.

Semangat kebersamaan terpancar jelas saat warga Desa Jagaraga Indah dan Desa Kediri tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat.

Baca Juga: Seribu Jong Bayan Jadi Pembuka Maulid Adat

Ajang lintas generasi ini tak sekadar menjadi media menjaga kebugaran fisik, tetapi berubah menjadi panggung ruang berjumpa untuk mempererat ikatan silaturahmi antarwarga yang kian erat.

Hadir di tengah-tengah keceriaan masyarakat, Wabup Lobar Nurul Adha mengapresiasi tinggi konsistensi warga dalam menjaga pola hidup sehat.

Menurutnya, momentum jalan sehat adalah pengingat pentingnya menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengokohkan rasa persaudaraan.

”Penting sekali niat untuk gerak fisik dan terus menjaga silaturahmi warga. Melalui momentum ini, kita diajak untuk saling menyapa dan peduli satu sama lain,” tutur wabup.

Tidak hanya berbicara soal kesehatan fisik, Wabup Nurul Adha juga memanfaatkan momentum jalan sehat untuk mengingatkan pentingnya jaminan kesehatan masyarakat. Ia mengimbau perangkat desa untuk aktif memastikan warga kurang mampu terakomodasi dalam program Universal Health Coverage (UHC) agar bisa mengakses pengobatan gratis di rumah sakit daerah tanpa beban finansial.

Di sisi lain, di balik peluh dan tawa peserta, terselip pesan kedamaian yang mendalam. Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), wabup menitipkan pesan sejuk agar momentum perayaan Maulid dan kemerdekaan ini menjadi benteng pendorong terciptanya politik desa yang bahagia tanpa kubu-kubuan yang memicu perpecahan.

”Pesta demokrasi di tingkat desa harus disambut dengan rasa bahagia tanpa ada kubu-kubuan. Jangan sampai perbedaan pilihan memecah belah persatuan warga yang sudah terjalin sangat erat ini,” tegasmya.

Kemeriahan pesta rakyat ini tak lepas dari kerja keras anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Kediri. Suasana kian pecah dan semarak tatkala penyanyi Sasak populer, Nia Dirga, naik ke atas panggung menyuguhkan nada-nada khas yang menghibur ratusan pasang mata.

Kepala Desa Kediri Fadholi Ibrahim, menyampaikan rasa bangganya atas kesuksesan Karang Taruna Kediri menyelenggarakan acara. Ia menegaskan bahwa perayaan Maulid dan kemerdekaan tahun ini menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk merawat fondasi gotong royong dan memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Lobar Haris Karnain yang turut hadir mengajak pemuda untuk terus merawat soliditas daerah. Bagi Haris, kegiatan jalan sehat ini menyuarakan pesan kuat bahwa cara terbaik mengisi kemerdekaan adalah dengan aksi nyata, menjaga kebersihan jiwa, dan memperkuat rasa kekeluargaan antar sesama. (NURUL HIDAYATI, Lombok Barat/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
kemerdekaan maulid jalan sehat kecamatan kediri kekeluargaan