Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengintip Perayaan Maulid di Desa Pringgasela

Supardi
Penulis: Supardi❯
PERINGATAN MAULID: Ibu-ibu di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela sedang mengikuti tablig akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
PERINGATAN MAULID: Ibu-ibu di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela sedang mengikuti tablig akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Advertisement

Lombok Post-Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Desa Pringgasela pada tahun ini sedikit berbeda. Kalangan ibu-ibu tidak lagi disibukkan mengurus dulang (makanan) untuk dibawa ke masjid.

Semua urusan itu diambil alih laki-laki. Maulid kali ini sekaligus menjadi momen untuk membudayakan penggunaan kain tenun di tengah masyarakat.

Ratusan jamaah, perempuan dan laki-laki, memadati area Masjid Jam’iyatul Qudsiyyah Pringgasela. Mereka terlihat khusyuk mendengarkan tausiah yang disampaikan penceramah.

Advertisement

Ratusan jemaah, baik laki-laki maupun perempuan, hari itu menggunakan seragam kain tenun khas Pringgasela.

Pemandangan berbeda tidak hanya terlihat dari kain yang digunakan. Ibu-ibu juga tidak tampak sibuk membawa atau mengurus dulang (makanan) untuk para tamu. Mereka justru lebih sibuk menyiapkan posisi duduk untuk mengikuti pengajian.

Advertisement

Ketua Panitia Maulid Desa Pringgasela Iwan Setiawan menjelaskan, pada perayaan Maulid tahun ini panitia membuat konsep berbeda. Salah satunya urusan dulang yang diambil alih laki-laki.

“Selama ini ibu-ibu hanya sibuk untuk menyiapkan dulang, dan itu sangat menyita waktu dan biaya,” terang Iwan Setiawan.

Kebiasaan itu bahkan membuat ibu-ibu sering kali tidak bisa mengikuti pengajian saat perayaan Maulid. Karena itu, tahun ini semua urusan konsumsi diambil alih laki-laki agar para perempuan bisa mengikuti pengajian dengan tenang.

Konsep ini diterapkan karena panitia ingin mengembalikan esensi Maulid sebagai momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Masyarakat tidak lagi disibukkan dengan makanan.

“Peran perempuan sangat penting dalam keluarga. Karena itu, kami ingin memberikan kesempatan kepada para perempuan untuk mengikuti pengajian,” katanya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Seribu Jong Bayan Jadi Pembuka Maulid Adat

Seribu Jong Bayan Jadi Pembuka Maulid Adat

Rangkaian Maulid Adat Bayan 2026 sudah dimulai pada Kamis hingga Sabtu (27-29/8). Parade Seribu Jong Bayan menjadi pembuka kegiatan adat ini

Perayaan Maulid Nabi di Depan Mata, Pasokan Sapi Sumbawa ke Lombok Tengah Masih Terkunci

Perayaan Maulid Nabi di Depan Mata, Pasokan Sapi Sumbawa ke Lombok Tengah Masih Terkunci

Jelang Maulid Nabi, pasokan sapi Sumbawa ke Lombok Tengah terkendala analisis risiko, sementara kebutuhan daging terus meningkat.

Kejar Momen Sakral Maulid Nabi, Ketua DPRD NTB Dorong Percepatan Rekonstruksi Rumah Korban Kebakaran

Kejar Momen Sakral Maulid Nabi, Ketua DPRD NTB Dorong Percepatan Rekonstruksi Rumah Korban Kebakaran

Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mendorong pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan dan mempercepat proses rekonstruksi pemukiman

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer