Krisis Air Bersih Hantui Kecamatan Batulayar dan Gerung

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:02 WIB
ANGKUT AIR: Forkopimcam saat menyalurkan air bersih ke warga di wilayah atas Kecamatan Batulayar, beberapa hari lalu. (IST/LOMBOK POST)
ANGKUT AIR: Forkopimcam saat menyalurkan air bersih ke warga di wilayah atas Kecamatan Batulayar, beberapa hari lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Dampak musim kemarau panjang kian meluas di Kabupaten Lombok Barat.

Krisis air bersih kini melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gerung.

Camat Batulayar Muh Subayin mengungkapkan, empat dari sembilan desa di wilayahnya masuk peta kerawanan kekeringan paling parah.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Kekeringan Dasarian I September 2026, Wilayah NTB Berstatus Awas

Kawasan terdampak meliputi Dusun Duduk Atas dan Duduk Batu Bolong di Desa Batulayar Barat, empat dusun perbukitan di Batulayar Induk, tiga dusun di Desa Bengkaung, serta Kedondong Atas di Desa Pusuk Lestari.

Guna mengatasi dampak darurat, Forkopimcam Batulayar berkolaborasi dengan TNI-Polri, BPBD, BWSS, hingga Polres Mataram menyalurkan bantuan air bersih secara berkala.

Kantor Camat Batulayar juga menyediakan layanan pengisian air gratis dengan dua mesin pompa dan tandon kapasitas besar.

 Baca Juga: Kemarau Kian Meluas, Hampir Sejuta Warga NTB Terdampak Kekeringan

Namun, Subayin menegaskan bantuan tangki air tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tahunan ini.

Pihaknya mendorong pembangunan infrastruktur permanen hingga jaringan sambungan rumah (SR).

Untuk tujuh dusun di Batulayar Induk dan Bengkaung, Pemkab Lobar melalui Dinas PU tengah mengerjakan proyek sumur bor dalam.

Baca Juga: Prediksi Kemarau Panjang, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

”Pengeboran sumur bor bernilai lebih dari Rp 600 juta tersebut ditargetkan mencapai kedalaman 125 meter, namun hingga kini baru tergali sekitar 90 meter,” ujar Subayin, Kamis (3/9).

Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengurai kendala teknis penundaan proyek tersebut.

Langkah ini penting agar fasilitas sumur bor segera dimanfaatkan warga. Subayin juga memanfaatkan safari keagamaan dan rapat desa untuk mengedukasi warga terkait potensi bencana.

Kondisi serupa terjadi di wilayah selatan. Camat Gerung Fitriati Wahyuni melaporkan tiga desa di wilayahnya mulai diterjang kekeringan. Penyaluran air bersih darurat sudah diturunkan ke pemukiman warga. ”Desa terdampak Banyu Urip, Giri Tembesi, dan Tempos,” kata Fitriati. (nur/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
kemarau Pembangunan Batulayar Kekeringan Gerung