Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Cukup Andalkan Keindahan Alam, SDM Pariwisata NTB Harus Cakap Bahasa Asing

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Peserta, panitia, dan tamu undangan berfoto bersama usai kegiatan Arabic–English Tourism Translation and Role Play Competition 2026 di aula Disparekraf NTB, Jumat (6/11).
Peserta, panitia, dan tamu undangan berfoto bersama usai kegiatan Arabic–English Tourism Translation and Role Play Competition 2026 di aula Disparekraf NTB, Jumat (6/11). (IST/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Keindahan alam belum cukup menjadi modal NTB untuk bersaing di industri pariwisata internasional. Kemampuan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing, juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara.  

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Pemprov NTB melalui kegiatan Arabic–English Tourism Translation and Role Play Competition 2026 di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Jumat (6/11).  

"Kami bekerja sama dengan ALIF NTB ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing generasi muda, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, sebagai bekal menghadapi kebutuhan komunikasi di sektor pariwisata," jelas Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekraf NTB Chandra Aprinova.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah di tingkat internasional. Bagaimana pun, pelayanan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi.

Keramahan dan kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan dari berbagai negara juga menentukan kualitas pengalaman mereka selama berkunjung ke NTB.  

Advertisement

“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang keindahan destinasi, tetapi juga kualitas pelayanan, keramahan, serta kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat dunia,” ungkapnya.  

Selain Bahasa Inggris, Chandra menyoroti pentingnya penguasaan Bahasa Arab. Kompetensi tersebut dinilai strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim atau Muslim-Friendly Tourism di NTB.  

Melalui kompetisi tersebut, peserta tidak hanya menguji kemampuan menerjemahkan Bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga mempraktikkan komunikasi dalam simulasi pelayanan wisata (role play).

Dengan demikian, kemampuan bahasa yang dimiliki dapat diterapkan dalam situasi pelayanan kepada wisatawan.  

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan ALIF NTB Asbah Ambalawi, Thomas dari Travel Enthusiasm, serta Mr. Safi dari AICTE Australia. Sejumlah dewan juri, panitia, dan peserta juga terlibat dalam kompetisi tersebut.  

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MotoGP Mandalika 2026: SDM Lokal Mendunia, Gerakkan UMKM dan Pariwisata NTB

MotoGP Mandalika 2026: SDM Lokal Mendunia, Gerakkan UMKM dan Pariwisata NTB

MotoGP Mandalika 2026 dorong ekonomi NTB, tingkatkan pendapatan UMKM, serap tenaga lokal, dan perkuat pariwisata serta pelayanan publik.

Perkuat Daya Saing SDM, HHRMA Lombok Latih 65 Peserta Supervisor dan Tata Rias

Perkuat Daya Saing SDM, HHRMA Lombok Latih 65 Peserta Supervisor dan Tata Rias

Sebanyak 65 peserta mengikuti dua program pelatihan yang digelar HHRMA Lombok untuk meningkatkan daya saing SDM.

Bahasa Sasak Mulai Jarang Digunakan Anak-anak

Bahasa Sasak Mulai Jarang Digunakan Anak-anak

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Selong menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer