Pemdes Karang Bayan Prioritaskan Kesehatan

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:59 WIB
CEK KESEHATAN: Warga Karang Bayan saat melakukan cek kesehatan, beberapa hari lalu. (NURUL/LOMBOK POST)
CEK KESEHATAN: Warga Karang Bayan saat melakukan cek kesehatan, beberapa hari lalu. (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemdes Karang Bayan terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD).

Langkah ini diambil untuk mendukung kesejahteraan warga meski anggaran desa sempat dipangkas dari Rp 1,1 miliar menjadi Rp 375 juta.

Pemdes tetap berkomitmen memenuhi alokasi anggaran sesuai regulasi.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Lombok Barat Genjot Tracking Kasus TBC

Sektor pelayanan kesehatan dan penanganan penyakit menular menjadi fokus utama.

Sekretaris Desa Karang Bayan Mandrawasih menyebut 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk program kesehatan integratif.

Anggaran ini menyasar penanganan stunting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) via kader posyandu, serta pelacakan penyakit Tuberkulosis (TBC).

 Baca Juga: 6.631 Kasus Baru TBC Ditemukan di NTB

Alhamdulillah kader kami ikut serta menyuluh dan memantau warga. Ada sekitar 30 warga yang sedang menjalani proses pelacakan dan penanganan TBC. Selain itu, ada dua warga berpenyakit kronis yang kami ajukan dan berhasil mendapat bantuan program RTLH dari Baznas atas rekomendasi Dinas Kesehatan,” ujar Mandrawasih.

Sisa anggaran dialokasikan untuk pembangunan fisik strategis. Proyek tersebut mencakup penyelesaian gedung PAUD, pembenahan RTLH, dan pembukaan jalan usaha tani.

Selain infrastruktur, Karang Bayan dikembangkan menjadi desa wisata berbasis cagar budaya. Wisatawan mancanegara rutin berkunjung untuk melihat keaslian situs adat.

Baca Juga: Ampenan Tengah Melampaui Target, Intip Keseruan Kick-Off Tracing TBC CKG Pemkot Mataram

Ikon cagar budaya setempat berpusat di Rumah Adat Karang Bayan dan Langgar Tua. Kawasan ini menyimpan peninggalan batu Ina-Ina dari tiga tokoh asal Bayan.

Fasilitas berugaq di kompleks tersebut juga aktif dipakai untuk musyawarah dan mediasi adat.

Pemdes kini memperketat proteksi keamanan dari bahaya kebakaran di area cagar budaya. Pemangku adat dilibatkan untuk mengedukasi warga agar tidak sembarangan menyalakan api.

Langkah pencegahan kebakaran ini diimbangi dengan peningkatan pelayanan wisatawan. Pemdes berharap kelestarian situs adat mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal. (nu/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Kesehatan Dana Desa Karang Bayan TBC Stunting