Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Berhak Mendapat Perlindungan lewat Imunisasi

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
dr Yudhi Kurniawan. (DOK.PRIBADI)
dr Yudhi Kurniawan. (DOK.PRIBADI)

Advertisement

LombokPost-Imunisasi bukan sekadar upaya mencegah penyakit, tetapi bagian dari hak anak, untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan perlindungan. 

Hak tersebut berkaitan langsung dengan hak anak untuk hidup serta tumbuh dan berkembang dengan baik. “Imunisasi adalah hak anak,” tegas dokter spesialis anak Yudhi Kurniawan.

Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk mendapatkan imunisasi. Pemberian imunisasi menjadi salah satu bentuk perlindungan anak dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. 

Advertisement

Menurutnya, hak tersebut tidak hanya berkaitan dengan mendapatkan vaksin. Imunisasi merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada anak dari penyakit infeksi berat yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. 

“Anak berhak mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah. Karena itu, imunisasi menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan hak kesehatan anak,” jelasnya.

Advertisement

Di samping itu, munisasi merupakan salah satu upaya kesehatan anak yang efektif dan cost-effective untuk mencegah penyakit infeksi berat, kecacatan, bahkan kematian.

Imunisasi juga tidak hanya memberikan perlindungan kepada anak yang menerima vaksin, tetapi membantu melindungi masyarakat melalui kekebalan kelompok (herd immunity). 

Berbagai penyakit dapat dicegah melalui imunisasi, di antaranya tuberkulosis berat, hepatitis B, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, rubella, pneumonia, dan meningitis. “Penyakit-penyakit tersebut berisiko menimbulkan komplikasi serius,” ujar dokter yang bekerja di RSUD NTB tersebut.

Campak, misalnya, dapat menyebabkan pneumonia, ensefalitis hingga kematian. Pertusis dapat menyebabkan apnea dan pneumonia, terutama pada bayi. Sementara Hib atau pneumokokus dapat menyebabkan meningitis dan sepsis. 

Polio juga dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Sedangkan difteri berisiko menyebabkan obstruksi jalan napas dan miokarditis.  “Imunisasi bukan hanya tentang mencegah anak sakit hari ini, tetapi juga mencegah konsekuensi penyakit yang dapat berlangsung seumur hidup,” kata dr Yudhi.

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinas Kesehatan Mataram Kejar Target Imunisasi HPV untuk Murid SD

Dinas Kesehatan Mataram Kejar Target Imunisasi HPV untuk Murid SD

Dikes) Kota Mataram kembali menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Dikes NTB Tegaskan KLB Campak di Bima Dompu Teratasi  tapi Imunisasi Anak Tetap Diperluas

Dikes NTB Tegaskan KLB Campak di Bima Dompu Teratasi tapi Imunisasi Anak Tetap Diperluas

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu berakhir.

Antisipasi Ancaman Penyakit di Musim Hujan, Begini Imbauan Dinkes Lombok Tengah

Antisipasi Ancaman Penyakit di Musim Hujan, Begini Imbauan Dinkes Lombok Tengah

Dinkes Loteng menekankan pentingnya langkah pencegahan dini agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit dan KLB di musim penghujan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer