Target Pendapatan Tembus Rp 2,113 Triliun, Draf RAPBD Perubahan Masuk Legislatif

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:26 WIB
F-paripurna
DPRD Lobar For Lombok Post
SERAHKAN DRAF: Pemkab Lobar menyerahkan draf Rancangan Perubahan APBD 2026 Lobar ke DPRD Lobar, Rabu (9/9).
F-paripurna DPRD Lobar For Lombok Post SERAHKAN DRAF: Pemkab Lobar menyerahkan draf Rancangan Perubahan APBD 2026 Lobar ke DPRD Lobar, Rabu (9/9).

LombokPost - Pemkab Lobar secara resmi menyerahkan draf RAPBD Perubahan 2026 ke DPRD.

Penyerahan dokumen pengantar nota keuangan berlangsung dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi, Rabu (9/9).

Pidato pengantar nota keuangan disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Lobar Fauzan Husniadi.

Baca Juga: Tujuh Program Jadi Fokus Pemkab Lobar, Disampaikan di APBD Perubahan

Fauzan menjelaskan penyesuaian postur anggaran ini merupakan tindak lanjut kesepakatan perubahan KUA-PPAS.

Langkah ini diambil untuk menajamkan belanja daerah agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Secara umum, postur pendapatan daerah yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp 2,039 triliun mengalami peningkatan sebesar 3,65 persen atau bertambah Rp 74 miliar lebih. Sehingga pada RAPBD perubahan ditargetkan mencapai Rp 2,113 triliun,” terang Fauzan.

Baca Juga: Pemprov NTB Dorong Dialog Pemkab–DPRD Lobar, Ajak Tuntaskan Polemik LPJ APBD 2025 Lewat Musyawarah

Kenaikan pendapatan ditopang PAD yang naik 1,60 persen menjadi Rp 620 miliar lebih. Pendapatan transfer juga meningkat 5,40 persen menjadi Rp 1,484 triliun.

Namun, komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah terkoreksi turun 57,28 persen menjadi Rp 8,54 miliar.

Dari sisi pengeluaran, Pemkab Lobar mengusulkan alokasi belanja daerah sebesar Rp 2,451 triliun. Angka ini mengalami penyesuaian dibanding APBD murni.

Baca Juga: Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Lima Fraksi Menolak Empat Menerima, Bupati Lobar Berpeluang Gunakan Perkada

“Ini meningkat 5,21 persen dari anggaran APBD murni sebesar Rp 2,329 triliun,” tuturnya.

Belanja daerah dialokasikan untuk belanja operasi Rp 1,772 triliun, belanja modal Rp 384,28 miliar, belanja tidak terduga (BTT) Rp 43,62 miliar, dan belanja transfer Rp 250 miliar lebih.

Selisih pendapatan dan belanja mengakibatkan potensi defisit sebesar Rp 337 miliar lebih. Defisit fiskal ini ditutupi penuh dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp 337 miliar lebih. Sehingga sisa anggaran akhir tahun diproyeksikan nol rupiah.

Pemkab Lobar berharap pembahasan draf RAPBD perubahan 2026 bersama Banggar DPRD berjalan lancar. Penetapan tepat waktu sangat penting demi menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. (nur/r8)

Editor : Nur Cahaya
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
DPRD Banggar APBD pembangunan daerah Pemkab Lobar