Berangkat dari prinsip ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyumulek membangun pola kerja berbasis koordinasi erat bersama para Person in Charge (PIC) di sekolah penerima manfaat di Lombok Barat.
Sinergi ini menempatkan PIC sekolah sebagai garda terdepan yang menghubungkan kebutuhan siswa dengan tim produksi di dapur. Lewat komunikasi harian yang dinamis, PIC memantau langsung penerimaan siswa terhadap menu yang disajikan, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMPN 2 Labuapi, hingga jenjang SMA.
Baca Juga: Dikes Loteng Perkuat Deteksi Keracunan MBG
Data dan masukan langsung dari PIC mengenai pola konsumsi, masukan cita rasa, hingga penyesuaian porsi antarkelompok umur menjadi bahan evaluasi harian bagi tim koki SPPG Banyumulek. Hasilnya, angka food waste berhasil ditekan hingga nol, ditandai dengan kembalinya wadah stainless steel (omprengan) dalam kondisi bersih setiap hari.
Pemilik Yayasan Batu Emas, Muhazam, S.P., menjelaskan bahwa pengawasan operasional dapur dan penyelarasan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) akan jauh lebih efektif ketika didukung oleh koordinasi lapangan yang solid.
"Dapur kami berfokus pada standar kebersihan, kesegaran bahan baku, dan ketepatan waktu distribusi. Namun, kuncinya ada pada koordinasi dengan PIC sekolah. Merekalah yang memahami selera dan kendala di lapangan. Tanpa umpan balik dari PIC, sangat sulit merancang menu massal yang bisa disukai oleh ribuan anak dengan rentang usia yang berbeda," jelas Muhazam.
Baca Juga: MBG Mataram Dievaluasi, Waktu Pembagian Diubah agar Tak Ganggu KBM
Selain menyampaikan evaluasi menu, peran PIC di sekolah juga mencakup pengawasan saat pembagian makanan, memastikan sanitasi tempat makan siswa terjaga, serta memastikan alur distribusi dari armada SPPG berjalan lancar tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar.
Kini, kolaborasi antara SPPG Banyumulek (termasuk unit operasional Karang Bongkot di bawah Yayasan Batu Emas) dan para PIC sekolah telah menjangkau lebih dari 1.500 porsi makanan harian. Layanan ini tersebar di wilayah Desa Karang Bongkot, Desa Perampuan Kuranji, Desa Kuranji Dalang, hingga Desa Telaga Waru.
Melalui integrasi pelayanan gizi dan sistem pelaporan yang cepat bersama PIC sekolah, SPPG Banyumulek membuktikan bahwa pendekatan terkoordinasi adalah formula utama dalam mencetak generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sehat, kuat, dan bebas dari masalah gizi.
Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan