Kasus Kebakaran Lombok Barat Melonjak 190 Persen

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:13 WIB
PADAMKAN: Petugas Damkarmat Lobar padamkan kebakaran lahan di Kecamatan Kediri, Rabu (21/10). (Damkarmat Lobar For Lombok Post)
PADAMKAN: Petugas Damkarmat Lobar padamkan kebakaran lahan di Kecamatan Kediri, Rabu (21/10). (Damkarmat Lobar For Lombok Post)

LombokPost - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Barat mencatat lonjakan kasus kebakaran secara signifikan sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Warta Daerah, jumlah peristiwa kebakaran periode Januari hingga September 2026 menembus angka 174 kejadian.

"Kasus kebakaran hingga September melonjak 190 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lombok Barat Suherman pada Lombok Post.

Baca Juga: Dua UPT Damkarmat Lobar Sudah Miliki Lokasi

Peningkatan jumlah insiden tercatat sangat tajam memasuki kurun waktu pertengahan tahun hingga September 2026.

Rincian laporan mencatat sebanyak 25 kejadian pada Juli, meningkat menjadi 37 kasus pada Agustus, dan mencapai puncak tertinggi sebanyak 80 insiden pada September.

"Bulan September menjadi titik tertinggi kejadian akibat pengaruh puncak musim kemarau serta maraknya aktivitas pembakaran sampah," terangnya.

Baca Juga: Damkarmat Mataram Usulkan Kenaikan Insentif Petugas Jadi Rp 300 Ribu pada 2027

Faktor pemicu utama kebakaran didominasi oleh pembakaran sampah liar, pembersihan lahan tidak terkendali, serta gangguan instalasi kelistrikan yang tidak aman.

Pihaknya kini menggencarkan edukasi ke tingkat perdesaan serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembakaran terbuka di kawasan pemukiman padat.

"Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan serta rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik bangunan," jelasnya.

Baca Juga: Pangkas Jarak Tempuh, Damkarmat Lobar Dorong Pembentukan UPT Baru

Kesiapsiagaan personel armada pemadam serta penguatan koordinasi pemerintah desa terus dimaksimalkan guna mempercepat respons penanganan di lapangan.

Langkah pencegahan terpadu diharapkan mampu menekan risiko kerugian materiil serta melindungi keselamatan jiwa warga Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu Camat Sekotong Andi Purnawan menyambut baik adanya UPT Damkarmat di Sekotong. Hal ini bisa memangkas jarak tempuh armada bila terjadinya kebakaran di wilayah ini. Sehingga bisa segera ditangani agar tidak meluas.

"UPT ini akan lebih mendekatkan Damkarmat ke masyarakat," kata dia.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
keselamatan jiwa Lombok Barat Kebakaran Damkarmat Bencana