Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Tahun Putus, Jembatan Ulem-Ulem Bakal Dibangun Lagi

Supardi
Penulis: Supardi❯
TERDAMPAK BENCANA: Seorang warga melihat kondisi jembatan Ulem-Ulem Desa Tetebatu yang putus akibat diterjang hujan lebat pada tahun 2022 silam.
TERDAMPAK BENCANA: Seorang warga melihat kondisi jembatan Ulem-Ulem Desa Tetebatu yang putus akibat diterjang hujan lebat pada tahun 2022 silam.  

Advertisement

 

LombokPost-Jembatan Ulem-Ulem di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, yang ambruk pada November 2022 lalu, akhirnya mendapat angin segar untuk segera direnovasi. Pemkab Lombok Timur (Lotim) menerima dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana senilai Rp 11,3 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang salah satunya dialokasikan untuk jembatan itu.

“Alhamdulillah kalau akan direnovasi. Insya Allah kalau sudah jadi, wisata kita akan berkembang, kunjungan wisatawan akan meningkat lagi,” terang Kepala Desa Tetebatu Sabli saat dikonfirmasi Lombok Post, Jumat (6/11).

Advertisement

Kata dia, sebelum jembatan itu ambruk, lokasi tersebut kerap dijadikan sebagai tempat berbagai kegiatan dan acara skala lokal hingga nasional. Mengingat wisata Ulem-Ulem dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Mungkin yang tersisa kegiatan masyarakat dan kegiatan ekonomi itu 10 atau 15 persen. Kalau dulu banyak acara, bahkan pak Sandiaga Uno saat menjadi Menteri Pariwisata juga pernah membuat kegiatan di sana. Sekarang sepi,” jelasnya.

Advertisement

Sejak jembatan putus, mobilitas masyarakat Tetebatu dan desa-desa tetangga seperti Joben dan Peringgajurang Utara cukup terganggu. Hal ini membuat Pemdes Tetebatu tidak pernah menggelar kegiatan lagi di tempat itu.

Ulem-Ulem sebelumnya merupakan salah satu destinasi andalan Desa Tetebatu dan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Mengingat jalan tersebut merupakan jalan pintas penghubung antardusun dan antara Desa Tetebatu dengan desa-desa lainnya.

“Desa Tete Batu itu terbagi menjadi dua bagian besar, di sebelah timur kali ada empat dusun. Terus di sebelah barat itu enam dusun, jadi jembatan itu sangat vital sekali,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan, Pemkab Lotim menerima alokasi dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana senilai lebih dari Rp 11,3 miliar dari pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat terhadap pemulihan infrastruktur di Lotim,” terangnya.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Lotim Wacanakan Renovasi Seluruh Kantor Camat Tahun Depan

Pemkab Lotim Wacanakan Renovasi Seluruh Kantor Camat Tahun Depan

Pemkab Lombok Timur (Lotim) telah memprogramkan rehabilitasi seluruh kantor camat yang ada di wilayahnya pada tahun 2027 mendatang.

Ketua Yayasan Baiturrahim, Pertanyakan Urgensi Rehabilitasi Masjid Agung Selong

Ketua Yayasan Baiturrahim, Pertanyakan Urgensi Rehabilitasi Masjid Agung Selong

Ketua yayasan Baiturrahim Kabar, Ustadz Muh Khotam Zam zami mempertanyakan urgensi renovasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.

Tradisi Ngangsor Gegadang, Cara Masyarakat Tetebatu Menyambut Musim Tanam

Tradisi Ngangsor Gegadang, Cara Masyarakat Tetebatu Menyambut Musim Tanam

Ngangsor Gegadang. Ini tradisi yang digelar menjelang musim tanam padi. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menyimpan nilai kebersamaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer