Rekonstruksi Kawasan Adat Sade Berbasis Mitigasi Bencana

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:21 WIB
Sisa abu dan puing kebakaran Desa Wisata Sade sudah mulai dibersihkan warga di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).
Sisa abu dan puing kebakaran Desa Wisata Sade sudah mulai dibersihkan warga di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).

 

LombokPost - Penanganan pascakebakaran melanda Desa Wisata Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah terus dilakukan pemerintah daerah. Selain penanganan korban bencana, pemda juga mulai memikirkan rekonstruksi desa wisata tersebut. 

Selasa (25/8), Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri bertemu dengan perwakilan Kementerian Sosial RI. Rencananya, Kemensos akan membantu seluruh keluarga atau korban terdampak kebakaran. 

“Rencananya masing-masing keluarga akan diberikan bantuan sejumlah X dan masuk ke dalam rekening masing-masing kepala keluarga. Namun masih banyak hal yang harus disepakati,” ucap Bupati Pathul pada wartawan.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Desa Wisata Sade, Kerugian Material Tembus Rp 34 Miliar

Namun sebelum penyaluran bantuan, pemda akan memastikan jumlah rumah terdampak harus by name by address. Data terbaru jumlah rumah adat yang terdampak adalah 69 unit.

Bantuan dana yang masuk itu nantinya, kata bupati, diperuntukkan untuk membangun kembali rumah adat korban. Namun apakah pembangunan nanti dikerjakan secara mandiri atau ada mekanisme lain akan dibahas kembali setelah data by name bay address rampung. 

Jajaran Forkopimda Loteng juga memperoleh bantuan uang tunai maupun barang kebutuhan dari para donatur. Pendistribusian bantuan dilakukan oleh BPBD Loteng.

Bupati juga menekankan agar anak-anak Dusun Sade yang terdampak sudah bisa melanjutkan sekolah. Pemkab Loteng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menginstruksikan kepala-kepala sekolah untuk turut menangani seragam sekolah mereka. 

Baca Juga: Pemprov NTB Gerak Cepat, Kebut Rekonstruksi Desa Wisata Sade Pascakebakaran

“Supaya anak-anak ini bisa segera beradaptasi kembali sekolah, trauma healing sudah dilakukan,” kata bupati.

Terkait rekonstruksi, dijadwalkan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon akan hadir di Dusun Sade hari ini. “Kami ingin mendapat arahan dari beliau-beliau agar pemerintah daerah tidak salah melangkah,” kata politisi Gerindra ini. 

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (kiri) meninjau logistik bantuan donatur untuk korban di gudang logistik KDMP Rembitan, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri (kiri) meninjau logistik bantuan donatur untuk korban di gudang logistik KDMP Rembitan, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).

 

Sebelum rekonstruksi, pemda juga akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama masyarakat. "Sebab akan bicara tentang adat dan budaya," catusnya. 

Bupati menekankan, rekonstruksi Desa Wisata Sade harus dirundingkan bersama-sama. Tidak bisa masyarakat membangun sesuai keinginan sendiri dan tergesa-gesa.

Melalui FGD nantinya akan disampaikan seperti apa keinginan masyarakat mengenai rumah adat, mitigasi bencana, akses jalan diperbesar menuju rumah adat.

"Ketika musibah kembali terjadi mobil pemadam bisa masuk atau pemasangan instalasi penyedia air, termasuk drainase kawasan agar tidak terkesan kumuh," paparnya.

Baca Juga: Dua Balap Mobil Dunia Batal Mengaspal di Mandalika

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng Ridwan Macruf mengatakan, logistik yang sudah terkumpul sudah disalurkan kepada korban. “Kami welcome, masyarakat butuh apa datang saja kesini,” katanya.

Pihaknya bersama TNI mendirikan dapur darurat untuk memfasilitasi konsumsi makan dan minum para korban. Dalam sehari, pihaknya menyediakan tiga kali waktu makan dengan jumlah 600 bungkus per sekali makan. BPBD pun mengantarkan langsung ke lokasi terdampak kebakaran.

“Ini diperuntukkan bagi korban terdampak 300 orang, lainnya ada personil-persinil yang berada di lokasi,” kata Ridwan.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Riders Parade Lombok Hadirkan hingga 10 Pembalap

Kepala Disdikbud Loteng Lalu Idham Khalid mengatakan, melalui korwil telah meminta masing-masing kepala sekolah di sekitar Dusun Sade untuk membelikan dahulu seragam bagi anak-anak korban.

Selain seragam sekolah, anak-anak juga membutuhkan pakaian ganti serta sepatu sekolah, hal ini akan ditindaklanjuti oleh kolega dari anggota DPRD NTB. 

Sisa puing bangunan masjid ludes terbakar Desa Wisata Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).
Sisa puing bangunan masjid ludes terbakar Desa Wisata Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Selasa (25/8).

 

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Loteng turut membagikan sebanyak 1.000 masker guna mengantisipasi risiko gangguan pernapasan akibat sisa-sisa material terbakar di lokasi. Pelayanan kesehatan darurat juga terus digulirkan melalui pengobatan gratis serta pemberian vitamin. 

Dinkes Loteng menyediakan dua posko kesehatan strategis untuk menjamin kemudahan akses bagi warga terdampak. Pos Kesehatan I berlokasi di kawasan parkir utara yang dikoordinasikan langsung oleh Dokkes Polda NTB. Pos Kesehatan II berlokasi di dalam pemukiman warga, bertempat di Posyandu Dusun Sade.

Baca Juga: Desa Pegang Kendali Pengadaan Logistik Pilkades

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Loteng Johan Effendy menyampaikan, rutinitas harian posko akan berfokus pada pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran vitamin, dan pembagian masker.

“Pelayanan kesehatan terpadu ini direncanakan terus berlangsung selama dua minggu ke depan hingga proses pemulihan kawasan Dusun Sade berjalan optimal,” tutup Johan. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Pemkab Lombok Tengah Mitigasi Bencana rekonstruksi Bupati Loteng Desa Wisata Sade