MATARAM-Polisi masih berupaya mengungkap identitas mayat yang di temukan di Jalan Raya Senggigi, Lombok Barat (Lobar) pekan lalu. Tim Inafis Mabes Polri turun tangan mengungkap kasus tersebut. ”Ya, tim Inafis dari Mabes sudah bekerja,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (14/2).
Datangnya, tim Inafis untuk mencari identitas melalui sidik jari. Tak hanya itu, mereka juga melakukan sketsa wajah jenazah. ”Tim belum menyimpulkan hasil pemeriksaannya,” ungkapnya.
Meski sidik jari jenazah sudah rusak, tim tetap berupaya mendapatkan identitas korban. ”Ada yang didapat, tetapi sepertinya kurang maksimal wajah korban sudah membengkak,” bebernya.
Begitu juga dengan sket wajah korban, sudah didapat. Namun, Artanto enggan untuk membeberkan. ”Tidak untuk disebarkan,” ujarnya.
Polisi hanya membeberkan ciri-ciri korban. Seperti, tinggi badan korban 158 sentimeter, usia 17 tahun ke atas, bentuk muka dan hidung bulat, bibir tipis, dahi lurus, alis tebal, dan rambut lurus panjang 25 sentimeter. “Bagi masyarakat yang memiliki keluarga atau kerabat yang hilang dengan ciri-ciri seperti itu, silakan melapor ke Polda,” ungkapnya.
Selain melakukan upaya itu, tim juga mengambil DNA dari korban. Langkah itu dilakukan untuk mengencek identitas korban. ”Sudah ada masyarakat yang datang untuk tes DNA. Tidak terlalu banyak yang melakukan tes DNA,” bebernya sebagai pembanding. Tetapi, belum ada yang cocok,” jelasnya.
Sejauh ini, sudah ada 22 saksi yang sudah diperiksa. Masyarakat serta orang-orang yang berada di TKP. ”Tim di bawah masih terus bekerja,” jelas Artanto.
Beberapa CCTV di sekitar Senggigi juga diperiksa. Itu menjadi petunjuk. ”Sekarang masih dalam proses analisa,” bebernya.
Artanto tak menyebut target identitas korban Mrs X dapat diungkap. ”Kita masih upayakan. Kalau kita sih maunya secepatnya. Tetapi, kan harus melalui prosedur,” ucapnya.
Terkait pemakaman jenazah, Artanto belum bisa memastikan kapan dilakukan. Menurutnya, saat ini penyidik masih membutuhkan jenazah. ”Kalau kapan mau dimakamkan, saya tidak tahu,” jelasnya. (arl/r2)
Editor : Administrator