Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kabar Baik, Satu Polisi Positif Korona di Polda NTB Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang

Administrator • Selasa, 28 April 2020 | 13:44 WIB
SIAPKAN RUANGAN ISOLASI: Salah seorang petugas Rumah Sakit Bhayangkara mengecek ruang isolasi penanganan  virus korona, Senin (23/3) lalu. (Harli/Lombok Post)
SIAPKAN RUANGAN ISOLASI: Salah seorang petugas Rumah Sakit Bhayangkara mengecek ruang isolasi penanganan virus korona, Senin (23/3) lalu. (Harli/Lombok Post)

MATARAM-Satu anggota polisi Ari Tri Widodo yang dinyatakan positif Covid-19 kini telah sembuh. Ia telah menjalani dua kali tes Swab dan hasilnya negatif korona. ”Pasien itu  sudah diperbolehkan pulang,” kata Kabiddokkes Polda NTB Kombes Pol dr Ubaidillah melalui video call via instagram dengan Bidang Humas Polda NTB, kemarin (27/4).


Meski diperbolehkan pulang pasien nomor 49 tersebut tidak diperkenankan masuk kerja. Dia harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. ”Begitu protokol dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.


Sebelumnya, ada lima polisi yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab. Diantaranya, EAP berdomisili di Ampenan; berinisial A, 32 tahun, berasal dari Rabangodu Utara,Raba, Kota Bima; Pasien seorang polisi wanita berinisial BSD, 32 tahun. Domisilinya di Ampenan, Mataram; Pasien berinisial LEP, 33 tahun berdomisili di Brangbiji, Sumbawa.


Mereka tertular virus korona saat menjalani pendidikan di SPP Sukabumi, Jawa Barat. Total ada sebanyak 300-an calon perwira yang terjangkit positif Covid-19.


Empat anggota yang belum dinyatakan sehat total masih terus mendapatkan perawatan. Kondisi kesehatannya cukup membaik. “Kita berikan pengobatan standar dan multivitamin untuk meningkatkan imun tubuh mereka,” jelasnya.


 Tak hanya itu, mereka juga tetap mengkonsumsi makanan bergizi. Serta diwajibkan berjemur pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 Wita. ”Dengan begitu imunitas mereka tetap terjaga dan tidak terlihat ada gejala lagi,” ungkapnya.


Hanya saja untuk memastikan mereka benar-benar sembuh dari virus korona, harus melalui hasil Swab. ”Saya yakin, jika empat pasien tersebut tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19, dalam waktu dekat mereka bakal sembuh,” harapnya.


Dr Ubaidillah mengatakan, virus tersebut jangan dianggap enteng. Dia melihat kesadaran masyarakat untuk mencegah  Covid-19 masih kurang. ”Mereka belum mematuhi imbauan jaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menggunakan masker,” bebernya.


Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah. Demi menjaga kesehatan bersama. ”Memang di saat imunitas kita bagus, virus bisa dikalahkan. Tetapi, ketika kita membawa virus itu ke rumah dan tertular ke keluarga yang lain yang imunitasnya lemah, hal itu yang dapat merugikan banyak orang,” ungkapnya.


Komplek SPN Steril


Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, lima polisi yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 itu dikarantina langsung di SPN Belanting. Saat diisolasi mereka berada di ruang khusus. ”Lokasinya jauh dari tempat pendidikan tamtama. Mereka ditaruh barak khusus,” kata Artanto.


Mereka juga tidak diperkenankan berinteraksi dengan orang yang di luar. Semua polisi yang bertugas di SPN Belanting sudha menjalani rapid tes.


Langkah itu untuk mengantisipasi adanya penyebaran kluster lokal di wilayah tersebut. ”Hasil rapid tes negatif,” ungkapnya.


Artinya, wilayah SPN belanting saat ini sudah klir dari virus korona. Karena seluruh kawasan sudah disemprot disinfektan. ”Komplek SPN Belanting steril dari Covid-19,” ujarnya.


Masyarakat tidak perlu panik dengan polisi yang bertugas di SPN Belanting. Karena, mereka sudah menjalani tes secara medis dan SOP penanganan Covid-19. ”Hasilnya negatif semua,” pungkasnya. (arl/r2)

Editor : Administrator
#polda ntb #Virus Korona #Corona #SPN Belanting