Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rio Peragakan 35 Adegan Pembunuhan Mahasiswi Unram

Administrator • Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:33 WIB
MEMBEDAH KASUS PEMBUNUHAN LINDA: Tersangka pembunuhan Rio Prasetya (menggunakan baju tahanan) mempraktikkan proses cara membunuh saat rekonstruksi di rumahnya, Jalaan Arofah II Nomor 04 Perumahan BTN Royal Mataram, Selasa  (25/8). (HARLI/LOMBOK POST)
MEMBEDAH KASUS PEMBUNUHAN LINDA: Tersangka pembunuhan Rio Prasetya (menggunakan baju tahanan) mempraktikkan proses cara membunuh saat rekonstruksi di rumahnya, Jalaan Arofah II Nomor 04 Perumahan BTN Royal Mataram, Selasa (25/8). (HARLI/LOMBOK POST)
MATARAM-Penyidik Satreskrim Polresta Mataram merekonstruksi pembunuhan Linda Novita Sari, kemarin (25/8). Rekonstruksi dilakukan di rumah Rio, Jalan Arofah II Nomor 04 Perumahan BTN Royal, Mataram.

Rekonstruksi disaksikan jaksa. Berlangsung selama tiga jam. Mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

Kegiatan rekonstuksi terhadap pembunuhan mahasiswa Unram itu dilakukan secara tertutup. Pihak keluarga korban beserta penasihat hukumnya tak diizinkan  masuk ke dalam rumah untuk menyaksikan proses rekonstruksi. ”Kita mempertimbangkan tidak mengikutsertakan keluarga korban karena takut mengganggu kegiatan rekonstruksi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa usai rekonstruksi.

Kegiatan rekonstruksi merupakan ranah penyidikan. Sehingga penyidik berhak tidak mengizinkan pihak keluarga korban. ”Kita hindari hal-hal yang mengganggu jalannya rekonstruksi. Sehingga, pihak keluarga diminta untuk melihat prosesnya dari luar rumah,” jelasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=NAqLOBtSzBA

Dia mejelaskan, ada sebanyak 35 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi. Mulai dari tersangka datang menggunakan sepeda motor, membuka pintu, memarkir kendaraan, masuk ke dalam kamar. ”Lalu korban datang ke rumah,” ujarnya.

Selanjutnya, terjadi cekcok. Korban mengancam tersangka menggunakan anak panah. Lalu masuk ke dalam kamar. ”Lalu tersangka mencekik korban. Adegan mencekiknya diperagakan di nomor 23,” bebernya.

Setelah itu, Rio keluar membeli tali. Tujuannya untuk menggantung korban agar pelaku itu ditemukan seakan-akan melakukan gantung diri. ”Kita peragakan proses menggantung itu menggunakan manekin. Karena tidak mungkin kita menggunakan manusia asli,” kata dia.

Saat menggantung korban, Rio melakukannya sendiri. Dia mengangkat korban yang lehernya sudah terikat dengan tali  ke sofa.

“Sudah sesuai dengan berita acara pemeriksaan,” terangnya.

Terpisah, Yan Mangandar, penasihat hukum keluarga korban dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) mengaku kecewa dengan proses rekonstruksi. Karena mereka tidak diizinkan masuk menyaksikan proses rekonstruksi,” kata dia.

Hal itu mengundang pertanyaan dari keluarga korban. ”Tumben saya mendampingi kasus pembunuhan dan rekonstruksinya tertutup," protesnya.

Sebelumnya Yan pernah mendampingi keluarga korban atas meninggalnya Zainal Abidin di Lombok Timur. Zainal dipukul anggota polisi. "Proses rekonstruksinya terbuka. Satu per satu adegan diperlihatkan," ungkapnya.

Tetapi, rekonstruksinya ini dilakukan secara tertutup."Ini ada apa. Ini bakal memunculkan pertanyaan. Karena dari analisa kami ada yang mengganjal dengan kasus ini," protes Yan.

Dia hanya ingin memastikan, apakah proses rekonstruksi  tersebut sudah sesuai dengan penyidikannya. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol.Skep /1205/IX/2000 tentang Revisi Juklak dan Juknis Proses Penyidikan Tindak Pidana.

Aturan itu merupakan turunan dari Pasal 188 KUHAP terkait bukti petunjuk. "Proses rekonstruksi harus dilakukan terbuka," ungkapnya.

”Kita akan meminta melakukan rekonstruksi ulang jika ada hal yang mengganjal,” kata dia.

Kakak korban, Mey Susanti mengaku kecewa dengan rekonstruksi tersebut. Seharusnya, rekonstruksi harus dilakukan secara terbuka. ”Saya ini juga anak purnawirawan. Mengetahui mengenai rekonstruksi. Pertanyaan kami, mengapa harus tertutup,” tanya dia.

Dia ingin melihat secar langsung, agar bisa melihat bagaimana cara pelaku membunuh adiknya. ”Karena menurut kami, Rio tidak mungkin melakukannya sendiri,” ujarnya.

Ketua RT di Perumahan BTN Royal Mataram L M Wahidin juga mengaku kecewa. Dia selaku aparat lingkungan setempat tak diberikan izin untuk masuk. ”Saya hanya ingin tahu, agar masyarakat yang bertanya dapat saya jelaskan apa persoalannya pada rekonstruksi itu,” kata Wahidin.

Dalam aturan, seharusnya rekonstruksi dilakukan secara terbuka.”Tidak tertutup seperti ini,” keluhnya.

Tetangga Rio, Ana Apriana mengaku pernah diperiksa penyidik terkait rekaman CCTV. Dia membenarkan kalau ada mahasiswanya yang datang pada hari Jumat (24/7). ”Ya, ada delapan orang mahasiswa saya datang ke rumah untuk konsultasi bimbingan skripsi,” kata Ana.

Tetapi, ada empat mahasiswanya yang dimintai keterangan oleh penyidik menjadi saksi. ”Termasuk saya juga,” kata dia.

Dari keterangan mahasiswanya, memang mereka berdiri didepan gerbang rumah Rio yang dalam keadaan tertutup. Tujuannya, untuk mencuci tangan sebelum masuk ke rumahnya. ”Persis di depan rumah Rio ada bong (tempat cuci tangan). Nah, mahasiswa saya ini  mencuci tangannya disitu,” jelasnya.

Pihaknya sudah diperlihatkan CCTV itu oleh penyidik. Keempat mahasiswanya juga mengakui bahwa dirinya yang lalu lalang di depan rumah Rio. ”Jadi dari rekaman CCTV itu seakan-akan keempat mahasiswa itu terlihat masuk ke rumah Rio. Padahal, dia masuk ke rumah saya. Hal itu wajar, karena CCTV-nya itu terlihat miring dan jauh dari rumah Rio,” ungkapnya.

Dia mengetahui adanya jenazah setelah melihat seorang perempuan menangis di depan gerbang rumah Rio. Itu pun dia mengetahui setelah suaminya keluar lalu menegur perempuan itu. ”Perempuan itu lalu memberitahu kalau ada temannya meninggal gantung diri di rumah Rio,” ujarnya.

Mendengar kabar itu, suaminya langsung menelepon ketua RT. “Cuman itu saja yang saya tahu,” ungkapnya.

Diketahui, Linda dan Rio telah menjalin hubungan asmara. Namun, dalam hubungannya, Linda hamil. Rio pun diminta bertanggung jawab. Namun Rio menolak.

Sehingga terjadi cekcok di rumah Rio.  Karena emosi Rio pun mencekik Linda hingga meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, Rio menggantung korban di ventilasi rumahnya. Pada Sabtu (25/7), jenazah Linda ditemukan dalam posisi tergantung di rumah tersebut. (arl/r2)

  Editor : Administrator
#LNS #Pembunuhan Linda #Mahasiswi Unram