LombokPost-Kabar duka datang dari NI (inisial, Red) santriwati Ponpes Al Aziziyah asal Ende Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diduga menjadi korban penganiayaan. Santriwati yang kritis dan dirawat di RSUD R Soedjono Selong Lombok Timur tersebut Wafat Sabtu (29/6) pukul 10.30 Wita.
"Wafat sekitar Pukul 10.30 Wita dan rencananya akan dimakamkan di tanah kelahirannya di Ende Provinsi NTT," jelas kuasa hukum NI, Yan Mangandar dikonfirmasi Lombok Post.
Yan mengatakan NI meninggal setelah 16 hari dirawat dengan kondisi kritis di RSUD Soedjono Selong. Ia dirawat menggunakan ventilator dalam keadaan yang memprihatinkan. Ia sempat dirawat di Klinik dan Puskesmas semenjak mengalami sakit di ponpes. Namun karena kondisinya tidak membaik, ia dilarikan ibu dari rekannya sesama santriwati di Ponpes.
Ada dugaan NI menjadi korban penganiayaan setelah ia menuturkan ke orang tuanya jika ia dipukuli tiga temannya. Namun dugaan ini belum bisa dibuktikan menyusul hasil investigasi pihak Ponpes, tidak pernah ditemukan ada penganiyaan.
Justru, NI disinyalir mengalami penyakit di bagian hidung yang diduga menyebab kondisinya sakit. Kasus NI ini pun sudah dilaporkan orang tua korban ke pihak kepolisian.
"Mengenai apa keluarga setuju atau tidak di autopsi, belum dapat dikonfirmasi sampai sekarang," ucap Yan, sapaannya.
Pihak keluarga saat ini lebih memilih fokus untuk pemakaman jenazah almarhumah santriwati tersebut di kampung halamannya. "Mohon untuk membacakan suratul Alfatihah untuk Almarhumah dan ketabahan keluarga yang ditinggalkannya," pinta Yan Mangandar. (ton)
Editor : Jelo Sangaji