Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikira Aroma Bangkai Tikus, Kader Posyandu Mataram Barat Ditemukan Tak Bernyawa

Galih Mega Putra S • Rabu, 10 Juli 2024 | 10:08 WIB
DIEVAKUASI: Jenazah Gede Suta, warga Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram dievakuasi oleh tim Satreskrim Polresta Mataram, kemarin (9/7).(DOK/LOMBOK POST)
DIEVAKUASI: Jenazah Gede Suta, warga Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram dievakuasi oleh tim Satreskrim Polresta Mataram, kemarin (9/7).(DOK/LOMBOK POST)
LombokPost-Gede Suta, 65 tahun, kader Posyandu asal Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, ditemukan tak bernyawa di kamarnya, Selasa (9/7).
 
Mayat Gede Suta ditemukan kakaknya I Nyoman Adeg dalam kondisi sudah mengeluarkan bau busuk. 
 
"Menurut kakak korban yang pertama kali melihat mayatnya, korban sempat dilihat beraktivitas pada hari Minggu (7/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Dia mengerjakan pekerjaan bangunan depan rumahnya," kata Kanit Jatanras Polresta Mataram Ipda Adhitya Satrya.
 
 
Setelah sehari tak terlihat, korban ternyata ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 11.15 Wita di dalam kamar rumahnya di Lingkungan Karang Seraya, Kelurahan Mataram Barat, Kota Mataram.
 
Mayat korban ditemukan ketika kakak korban mencium aroma menyengat di dalam rumah korban ketika hendak berangkat bekerja. 
 
Kakak korban sempat mengira bau bangkai tikus.
 
 
"Tadi pagi (kemarin) dia mencium lagi aroma yang begitu menyengat. Akhirnya kakak korban memberanikan diri membuka pintu kamar korban," ujar Adhitya.
 
Setelah masuk ke dalam kamar korban, dia melihat adiknya sudah meninggal. Korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi terlentang. 
 
Untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia, penyidik Satreskrim Polresta Mataram pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan interogasi sejumlah saksi.
 
Menurut Adhitya, dari hasil interogasi beberapa saksi-saksi di TKP, korban dikabarkan memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau hipertensi. Sehingga dugaan sementara korban meninggal dunia karena hipertensi.
 
Saat ini jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum luar. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. 
 
"Untuk penyebab pastinya kita menunggu keterangan dari hasil visum luar di RS Bhayangkara Mataram," tandas Ipda Adhitya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida
#Meninggal #hipertensi