Kasi Pidsus Kejari Lotim Ida Bagus Putu Swadharma Diputra.
LombokPost-Pembangunan sejumlah embung di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim) diduga bermasalah. Kejari Lombok Timur (Lotim) mulai menelisik proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut. ”Kami akan pelajari dulu,” kata Kasi Pidsus Kejari Lotim Ida Bagus Putu Swadharma Putra.
Jaksa juga meminta dukungan dari masyarakat. "Jika memiliki data mengenai pembangunan embung tersebut diminta agar menyerahkan ke jaksa," ujarnya.
Berdasarkan data LPSE Satker Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hidrologi Wilayah Sungai Pulau Lombok, ada 10 pembangunan embung dengan total anggarannya Rp 1,9 miliar. Masing-masing embung dibangun dengan anggaran Rp 190 juta.
Proyek embung tersebar di Tanggung Desa Sukadamai; embung Eat Pandan Desa Pandan Wangi; embung Montong Kelor Desa Pandan Wangi; embung Amaq Burhan Desa Pandanwangi; embung Tampah Desa Seriwe; embung Amaq Suwandi Desa Pandan Wangi; embung Lendang Pelisak Desa Seriwe; embung Lendang Pelisak Timuk Desa Seriwe; embung Tuping Bat Desa Lekor; dan embung Malabari Lauk Desa Seriwe.
Ida Bagus mengaku, sejauh ini memang belum ada laporan pembangunan embung tersebut. Tetapi, jaksa bisa berangkat dari informasi untuk menelisik informasi tersebut. ”Terimakasih atas informasinya. Nanti kita tindaklanjuti,” ujarnya.
Munculnya persoalan itu berawal dari kritik masyarakat. Proyek tersebut diduga bermasalah dan tidak memberikan dampak positif terhadap petani. Cara pengerjaannya juga dinilai asal-asalan.
Pengerjaannya juga diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. ”Kita tunggu saja nanti kalau sudah kami turun ke lapangan,” kata dia.
Persoalan pembangunan embung tersebut juga menjadi sorotan dari lembaga masyarakat Gerak NTB Arsa Ali Umar. Mereka sudah turun ke lapangan melihat kondisi langsung pembangunan embung. ”Banyak yang rusak. Kami duga memang sejak awal proyek ini tidak berjalan dengan semestinya,” kata Arsa. (arl/r5)