Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polisi Buru Penadah Hasil Curanmor dan Jambret di Lombok Tengah

nur cahaya • Senin, 14 April 2025 | 14:15 WIB

 

DIBORGOL: Pelaku curanmor dan jambret berinisial M alias Peke diborgol usai ditangkap polisi, akhir pekan lalu.
DIBORGOL: Pelaku curanmor dan jambret berinisial M alias Peke diborgol usai ditangkap polisi, akhir pekan lalu.

LombokPost-Kasus jambret dan pencurian sepeda motor yang babak belur dihajar warga, kini dilimpahkan ke Polresta Mataram. Sebelumnya, kasus tersebut ditangani Polsek Ampenan. 

Penanganannya dialihkan, karena dua tersangka M alias Peke, 29 tahun dan MG alias GI, 25 tahun sudah beraksi di 10 TKP di wilayah Kota Mataram. Delapan kasus curanmor dan dua aksi jambret. ”Saat ini, kami kembangkan ke penadahnya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili, Minggu (13/4). 

Baca Juga: Bangun Islamic Center, Tiga Kantor OPD di Lombok Utara Akan Direlokasi

Sampai saat ini, baru ada tiga sepeda motor yang berhasil diamankan. Yaitu, satu sepeda motor N Max yang dicurinya di kawasan Karang Medain, Honda Revo di Monjok, dan sepeda motor Vario di kawasan Pejarakan Karya, Ampenan, Mataram. ”Kita masih cari lagi barang bukti lainnya. Terus kita kembangkan ini,” ujarnya. 

Dari pengakuannya, pelaku sudah beraksi di kawasan Kekalik dan Bertais, Kota Mataram. Pelaku mengambil sepeda motor CRF dan mobil pikap. ”Itu yang masih kita cari,” kata dia. 

Informasinya, barang bukti itu digadai dan dijual ke kawasan Sukarara, Lombok Tengah (Loteng). ”Pelaku ini menjualnya dengan kisaran harga Rp 2,5 juta untuk sepeda motor. Sedangkan mobil pikap dijual dengan harga Rp 40 juta-an,” kata dia. 

Photo
Photo

Sementara itu, uang hasil penjualan dari aksi kejahatannya digunakan untuk foya-foya. “Kalau untuk menggunakan narkoba, kami harus tentukan melalui tes urine,” ujarnya. 

Regi mengatakan, sampai saat ini polisi sudah mendatangi rumah tempat Peke dan GI menjual barang bukti hasil kejahatannya. Namun, yang bersangkutan tidak berada di rumahnya. “Kami masih terus memburu penadahnya. Tunggu saja, kami pasti bisa mendapatkan pelakunya,” tegas dja. 

Baca Juga: Eka Nugraha Abdi Terpilih Pimpin PODSI NTB

Pelaku curanmor dan jambret di wilayah Mataram mulai berkeliaran. Masyarakat diminta tetap waspada. ”Kami imbau masyarakat ketika memarkir kendaraannya harus menggunakan kunci ganda,” kata dia. 

Untuk menekan aksi tersebut, Polresta Mataram terus melakukan patroli. ”Kami bersama polsek jajaran terus laksanakan patroli. Mengantisipasi aksi kejahatan jalanan,” tandasnya. (arl/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#kunci ganda motor #sepeda motor #Jambret #masyarakat #Patroli