Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mencengangkan, Ini Hasil Otopsi Jenazah Brigadir MN yang Tewas Mengenaskan di Gili Trawangan

Harli Arl • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:33 WIB
Ahli forensik dr Arfi Samsun (tengah) bersama Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat memberikan keterangan pers di Polda NTB, Jumat (4/7)
Ahli forensik dr Arfi Samsun (tengah) bersama Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat memberikan keterangan pers di Polda NTB, Jumat (4/7)

LombokPost--Kematian Brigadir Muhammad Nurhadi (MN) masih misteri.

Polisi yang mengusut kematian anggota Paminal Polda NTB yang meninggal di Trawangan, Lombok Utara itu cukup mencengangkan.

Dokter ahli forensik dr Arfi Samsun mengungkap hasil ekshumasi yang dilakukan. Ditubuh korban ditemukan adanya luka-luka.

”Luka-luka ada pada permukaan tubuh jenazah (Brigadir MN),” kata dr Arfi memberikan keterangan.  

Bentuk lukanya ada lecet gerus, memar, luka robek. Itu terdapat di kepala, di tengkuk, punggung, dan kaki.

”Terutama di kaki bagian kiri,” terangnya.  

Pada pemeriksaan bagian dalam terdapat resapan darah di kepala bagian depan dan dibelakang.

”Kalau berdasarkan teori kepalanya yang bergerak membentur ke suatu benda,” duganya.

Pada pemeriksaan bagian leher ditemukan ada fraktur atau tulang lidah patah.

”Kalau tulang lidah yang mengalami patah, maka lebih dari 80 persen penyebabnya karena penyekikan atau penekanan pada area leher,” ungkapnya.

Pemeriksaan penunjang juga dilakukan. Pada beberapa orang kemasukan air yang identik dengan air pada kolam tempat korban berenang.

”Pada sum-sum tulang, otak, paru, dan ginjal kemasukan air. Disimpulkan bahwa korban masih hidup ketika masih di dalam kolam,” jelasnya.

Baca Juga: Diperiksa Lima Jam, Kompol Y Dicecar 31 Pertanyaan Terkait Kematian Brigadir Nurhadi

Menurutnya, korban sempat mengalami pingsan pada saat berada di air.

”Meninggalnya itu karena tenggelam di air,” jelasnya.

Tetapi, hasil ekshumasi itu lebih condong pada patahnya tulang lidah. Penyebabnya diduga akibat pencekikan.

”Yang membuat korban tidak sadar ditambah korban tenggelam di dalam air,” bebernya.

Ketika berbicara mengenai pencekikan pada leher memunculkan ada dugaan penganiayaan yang dilakukan.

Sehingga muncul adanya dugaan tindak pidana.

”Persoalan tenggelam dan pencekikan itu hal yang berbeda,” terang dr Arfi.

Sebelumnya, Brigadir MN ditemukan meninggal di kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan, Rabu (16/4) lalu.

Awalnya anggota sedang bersantai di area vila. Lalu Brigadir MN berenang sendiri.

Tidak lama kemudian, atasannya Kompol IMYPU masuk ke area vila.

Sudah ditemukan Brigadir MN berada di dasar kolam.  

Kompol IMYPU memanggil rekan kerjanya yang lain Ipda HC.

Semua panik, Ipda HC memanggil pihak hotel untuk meminta bantuan.

Pihak hotel pun membantu dengan menghubungi klinik Warna di Gili Trawangan.

Dokter dan perawat dari klinik langsung melakukan tindakan medis.

Memberikan tindakan pertolongan pertama berupa RJP selama 20-30 menit.

Namun, tidak ada respon.

Pihak dari klinik sempat melakukan pemasangan infus dan pemberian injeksi jenis epinephrin dan melakukan RJP ulang selama 10 menit. Brigadir MN pun tidak ada respon.

Upaya terus dilakukan, Brigadir MN diberikan AED (Automatic External Defibrillator). Langkah dokter juga tidak berhasil.

Selanjutnya, pasien dievakuasi menuju Klinik Warna Medica untuk dilakukan pengecekan EKG.

Hasil pengecekan EKG flat (sudah tidak terdeteksi detak jantung dari pasien).

Brigadir MN dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Brigadir MN dibawa pulang ke Rumah Sakit Bhayangkara. (arl)

Editor : Kimda Farida
#polda ntb #ahli forensik #Brigadir Nurhadi