Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyidik Periksa Maraton Keluarga dan Istri Brigadir Esco

Lombok Post Online • Rabu, 17 September 2025 | 10:54 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Penyidik Polres Lombok Barat (Lobar) masih melengkapi alat bukti atas kematian Brigadir Esco Faska Rely. Salah satunya dengan memeriksa keluarga korban.

Penasihat Hukum Orang Tua dari Brigadir Esco, Lalu Anton Hariawan mengatakan, pemeriksaan terhadap keluarga Brigadir Esco dilakukan dalam beberapa hari belakangan ini. Kapasitasnya sebagai saksi. 

“Tadi (Selasa, 16/9) malam ada pemeriksaan beberapa saksi oleh penyidik sampai tengah malam,” kata Anton.

Pada Senin (15/9), ada dua orang dari keluarga Brigadir Esco yang diperiksa. Salah satunya, pria berinisial R.

“Pihak keluarga korban diperiksa terkait dengan komunikasi terakhir dengan Brigadir Esco,” ujarnya. 

Anton mengaku, pihaknya mendapatkan informasi bahwa penyidik akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat. Hanya saja, dia tidak mengetahui gelar perkara tersebut untuk penetapan tersangka atau tidak.

“Kalau kami berharap gelar perkara ini untuk menetapkan tersangka," harapnya. 

Menurutnya, penyidik sudah layak melakukan gelar perkara penetapan tersangka. Karena, alat bukti yang mengarah pada dugaan pembunuhan tersebut telah dikantongi penyidik.

"Terlalu lama prosesnya, padahal alat bukti petunjuk dan alat buktinya sudah jelas. Saya minta kepada penyidik, agar tidak menjadi bola liar. Kami minta pekan ini gelar perkara dan tetapkan tersangka,” tegasnya. 

Bagi dia, jika penyidik tidak mengungkap peran tersangka, maka berdampak pada kredibilitas Polri. Selain itu, aksi unjuk rasa dari keluarga maupun masyarakat akan kembali terulang. "Kami takutnya ada gelombang demonstrasi lagi dari keluarga korban, karena penanganan sangat lamban ini," ujarnya.

Dia bersama tim sudah mencoba untuk ikut memberikan pemahaman kepada pihak keluarga. Tujuannya agar tidak melakukan aksi berulang dan mempercayakan penanganan kasus ini tuntas di kepolisian. ”Kami tahan itu (aksi demo), tetapi kami harap kepolisian juga bisa segera memberikan kepastian hukum di kasus ini," katanya.

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata enggan memberikan komentar terkait dengan pemeriksan sejumlah saksi atas kasus kematian Brigadir Esco. Dia menolak untuk diwawancara. "Satu pintu, terpadu, Polda NTB saja," kata Lalu Eka.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda NTB AKBP Catur Erwin Setiawan mengatakan, sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa. Pemeriksaan itu dilakukan untuk pendalaman dan pengumpulan alat bukti. ”Total sedikitnya sudah ada 50 saksi yang kita periksa,” kata Catur. 

Salah seorang yang sudah diperiksa adalah istri almarhum yang juga anggota Polri. "Kebutuhan keterangan istrinya masih. Yang bersangkutan juga sudah beberapa kali kami periksa. Saat ini yang bersangkutan masih bertugas di Polres Lombok Barat," ujarnya.

PERTANYAKAN PENANGANAN KASUS: Sejumlah keluarga Brigadir Esco melakukan hearing ke Polda NTB untuk mempertanyakan penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Esco, beberapa waktu lalu.
PERTANYAKAN PENANGANAN KASUS: Sejumlah keluarga Brigadir Esco melakukan hearing ke Polda NTB untuk mempertanyakan penanganan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Esco, beberapa waktu lalu.

Rangkaian penyidikan masih mengarah pada dugaan pembunuhan. Beberapa langkah yang sudah dilakukan yakni mengekstrak telepon seluler milik Brigadir Esco dan juga istrinya. ”Semua handphone yang berkaitan dengan Brigadir Esco semua kita periksa,” ujarnya. 

Diketahui, penemuan jenazah Brigadir Esco dilakukan Minggu (24/8) pukul 11.30 Wita lalu. Jasad anggota Polsek Sekotong itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan di kebun belakang rumahnya yang beralamat di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kabupaten Lombok Barat. 

Atas temuan tersebut, informasi cepat menyebar ke tengah masyarakat hingga pihak kepolisian. Jasad Brigadir Esco kemudian dievakuasi dan kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Identitas Brigadir Esco terungkap dari pakaian yang dikenakan dan barang miliknya seperti handphone, jam tangan hingga kunci kendaraan roda dua dalam kantong celana. (arl/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#brigadir #penyidikan #jasad #Sekotong #pembunuhan