LombokPost - Sejumlah limbah medis ditemukan berserakan di drainase Jalan Sriwijaya, Kota Mataram.
Di antaranya, jarum suntik, selang infus, alat tes kehamilan, dan beberapa alat medis lainnya.
Pembuangan limbah itu membuat masyarakat terganggu. Sampah tersebut juga sempat viral di media sosial.
Baca Juga: Ada Dua Calon Tersangka Kasus Sewa Alat Berat, Polresta Mataram Segera Gelar Perkara
Untuk mengantisipasi persoalan yang muncul akibat limbah medis yang dibuang sembarangan, tim Unit Tipidter Polresta Mataram turun menyelidiki kasus tersebut.
"Harusnya, limbah ini sudah masuk dalam pengelolaan khusus. Tidak boleh sembarangan di buang," kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Regi Halili.
Tim juga sudah turun mengambil sampel. Tujuannya untuk dikoordinasikan dengan ahli dari laboratorium, apakah air pada drainase itu sudah tercemar atau tidak.
Baca Juga: Polresta Mataram Bongkar Aksi Tiga Mahasiswa Jualan Ganja di Kampus
"Kami pastikan dulu apakah ada akibat dari pembuangan limbah sembarangan," ujarnya.
Langkah lain yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram. Guna menelusuri, siapa yang membuang limbah medis tersebut.
"Kami minta keterangan Dikes-nya," ungkapnya.
Baca Juga: Wawan Nekat Mencuri Sepeda Motor Demi Beli Sabu, Diamankan Polresta Mataram
Jumlah barang medis yang ditemukan cukup banyak dan terlihat menumpuk di genangan air saluran tersebut. Diduga ada penyalahgunaan pengelolaan limbah medis. "Itu yang kita telusuri. Tetapi, kita juga telusuri siapa yang membuang limbah medisnya," ujarnya.
Regi mengatakan, dari hasil koordinasi sementara dengan Dikes Kota Mataram membeberkan, limbah tersebut merupakan bahan medis habis pakai (BMHP) yang sudah kedaluwarsa. Itu dianggap bukan limbah medis aktif.
"Tetapi, kami masih tidak mempersoalkan hal itu. Ini ada limbah, siapa yang membuang sembarangan," kata dia.
Tumpukan itu seharusnya dikirim ke Puskesmas Pagesangan untuk dimusnahkan. Tetapi, diduga terjadi kelalaian dalam proses pengangkutan."Harusnya limbah ini harus di hanguskan," ujarnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida