LombokPost – Untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram kembali menggelar Razia Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Selasa (23/12).
Razia tersebut menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjual minuman keras (miras) tradisional di wilayah hukum Polsek Mataram. Dari hasil kegiatan, petugas berhasil mengamankan dua jerigen berisi total 60 liter miras tradisional jenis tuak dari satu lokasi.
Kegiatan penertiban dipimpin oleh Piket Pawas Ps. Kasi Humas Polsek Mataram Aiptu I Putu Eka Winastra bersama Tim Opsnal Reskrim Polsek Mataram.
Kapolsek Mataram AKP Mulyadi melalui keterangan tertulis menyampaikan bahwa razia KRYD merupakan kegiatan rutin yang terus digencarkan guna menekan peredaran miras ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Razia KRYD ini kami laksanakan secara rutin untuk meminimalisir peredaran minuman keras, khususnya miras tradisional, yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKP Mulyadi.
Ia menjelaskan, sasaran razia kali ini difokuskan pada warung dan agen penjual miras tradisional jenis tuak yang masuk ke wilayah hukum Polsek Mataram.
Adapun lokasi penindakan berada di Dusun Awang Madia, Desa Giri Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, dengan pemilik warung berinisial IAS. Dari lokasi tersebut, petugas menyita dua jerigen tuak masing-masing berkapasitas 30 liter. Unit Reskrim Polsek Mataram juga telah menyerahkan surat penyitaan kepada pemilik atau penanggung jawab warung.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menjual maupun mengonsumsi minuman keras ilegal karena selain membahayakan kesehatan, juga berpotensi mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.
AKP Mulyadi menambahkan, selama pelaksanaan penertiban menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Polsek Mataram telah menyita ratusan liter miras tradisional sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kota Mataram.
Editor : Siti Aeny Maryam