Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polda NTB Gandeng Insan Pers Jaga Kondusivitas Daerah

Harli Arl • Kamis, 26 Februari 2026 | 15:10 WIB

MARI JAGA KONDUSIVITAS: Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo membagikan takjil ke pengendara di Jalan Majapahit bersama insan pers, Rabu (25/2).
MARI JAGA KONDUSIVITAS: Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo membagikan takjil ke pengendara di Jalan Majapahit bersama insan pers, Rabu (25/2).

LombokPost-Polda NTB mempererat kebersamaan dengan insan pers melalui kegiatan gathering yang dirangkaikan dengan aksi sosial pembagian takjil kepada pengendara di Jalan Majapahit, Mataram.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah NTB.

“Ini kegiatan yang sangat penting. Membangun kolaborasi dengan insan pers,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo dalam sambutannya, Rabu (25/2).

Edy menegaskan, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas daerah. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga organisasi lainnya.

“Kepolisian dalam menjalankan tugas tidak bisa sendiri. Semua elemen harus terus berkolaborasi. Masyarakat, pemerintah, dan organisasi lainnya harus bersatu. Memiliki satu tujuan, menjaga NTB tetap kondusif,” jelas dia.

Kapolda menjelaskan, di tingkat kelurahan dan desa, pengamanan wilayah dilakukan melalui konsep tiga pilar yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta lurah atau kepala desa. Namun di tingkat Polda NTB, konsep tersebut dikembangkan menjadi lima pilar. “Berbeda dengan di tingkat Polda. Penerapannya tidak lagi tiga pilar, melainkan lima pilar. Salah satu dari lima pilar itu adalah pers,” ungkapnya.

Baca Juga: Disambut Jajar Kehormatan, Kapolda NTB Langsung Bagi Bansos di Sumbawa Barat

Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas daerah, terutama di era digital yang sarat dengan arus informasi cepat dan tidak selalu terverifikasi.

“Di era digital saat ini banyak berseliweran berita hoaks yang tidak terkonfirmasi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun karena terus beredar, berita bohong itu dianggap benar oleh masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, dia berharap media massa yang kredibel dapat menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dengan menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan terkonfirmasi.

“Kita butuh pemberitaan yang bisa membuat suasana tetap adem dan kondusif. Tidak membuat masyarakat terprovokasi,” harap Edy.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB Ikliluddin menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia menilai sinergi antara pers dan kepolisian sangat penting untuk menjaga stabilitas daerah. “Kolaborasi ini harus diperkuat,” kata Iklil.

Baca Juga: Kapolda NTB Temui Kajati, Sinyal Kuat Penguatan Penegakan Hukum di Bumi Gora

Dia mengungkapkan, jumlah wartawan di NTB cukup banyak. Dari Kota Mataram hingga Kota Bima tercatat sekitar 1.000 wartawan aktif. Namun, yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) baru sekitar 200 hingga 300 orang.

“Para wartawan itu mengikuti UKW dari berbagai organisasi seperti PWI, AJI, IJTI, dan lainnya,” ujarnya.

Iklil berharap Polda NTB dapat turut mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan melalui dukungan terhadap program-program organisasi pers.

“Kami berharap Polda NTB bisa mensupport organisasi untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Sehingga ke depan, wartawan memahami kode etik jurnalistik dan menulis berita yang terkonfirmasi serta berimbang,” pungkasnya. (arl/r5)

Editor : Kimda Farida
#lawan hoaks #polda ntb #Insan Pers #jaga kondusivitas