LombokPost-Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Wilayah NTB menggelar operasi gabungan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat (Lobar).
Langkah ini untuk menjaga kondusivitas menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun 2026.
”Kami libatkan TNI-Polri dalam razia itu,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas NTB Anak Agung Gede Krisna, kemarin (15/3).
Target operasi adalah mencari sejumlah barang terlarang yang masuk ke dalam Lapas.
Barang-barang terlarang tersebut dapat mengancam proses pembinaan terhadap warga binaan.
”Kami harus tetap menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Saat operasi berlangsung, tim gabungan menyisir seluruh kamar di tiga blok.
Hasilnya, ditemukan sejumlah barang bukti. Seperti obeng, gunting, dana senjata tajam (sajam) yang dirakit.
”Semua barang itu dianggap berbahaya,” kata dia.
Baca Juga: Pemkab Dompu-Ditjenpas NTB Perkuat Pembinaan Perempuan Warga Binaan dan ABH
Tim tidak menemukan adanya bukti narkotika. Sebab, sejak awal Lapas Kelas IIA Lobar telah memperketat barang yang masuk.
”Dari penjagaan kita selalu periksa saat pengunjung menitipkan barang ke WBP,” kata dia.
Tim gabungan juga tidak menemukan handphone yang digunakan narapidana. Pihak Lapas telah memberikan pelayanan bagi WBP untuk menghubungi keluarganya.
”Kami kan ada Wartelsuspas bentuk komitmen pemberian pelayanan bagi WBP untuk berhubungan dengan keluarganya,” kata dia.
Baca Juga: Pengamanan Warga Binaan Diperkuat, Lapas Lombok Barat Dukung Kerja Sama Ditjenpas NTB–Polda NTB
Anak Agung mengungkapkan, razia gabungan itu dilakukan sebagai bentuk sinergi yang kuat antara jajaran pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.
”Kami ingin seluruh UPT Pemasyarakatan di NTB berada dalam kondisi aman dan kondusif. Terutama menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Kalapas Kelas IIA Lobar M Fadli mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif.
Memastikan situasi keamanan di dalam Lapas tetap kondusif menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
”Kami ingin memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif,” kata Fadli.
Operasi tersebut akan terus dilakukan secara rutin maupun insidentil. Ini sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
”Kami berharap dengan dilaksanakannya operasi ini tetap tercipta situasi aman dan tertib di dalam Lapas,” harapnya.
Editor : Kimda Farida